BREAKING NEWS

MTQ XI Sulbar Ditutup Suhardi Duka; Pemprov Tata Pembinaan Menuju Nasional

 


Mamuju, TOKATA.id — Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XI tingkat Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) tahun 2026 ditutup oleh Gubernur Sulbar Suhardi Duka pada Kamis malam, 2 Juli 2026. Pada penutupan itu, Kabupaten Polewali Mandar keluar sebagai juara umum.

Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Karo Pemkesra Setda) Sulbar, Murdanil, menyambut sukses penyelenggaraan MTQ dengan rasa syukur. Menurutnya, acara berlangsung lancar tanpa kendala signifikan.

"Alhamdulillah kegiatan kita berjalan sukses, tanpa sedikit pun kendala yang tidak kita harapkan. Ke depan insya Allah kita akan tetap menyelenggarakan dengan program yang sama," kata Murdanil usai penutupan.

Setelah ajang provinsi selesai, Pemerintah Provinsi Sulbar mulai merancang strategi pembinaan untuk para juara yang diproyeksikan mewakili Sulbar pada MTQ tingkat nasional. Murdanil menyatakan ada dua skema yang dipertimbangkan: magang di pondok pesantren di Pulau Jawa atau pelaksanaan training center (TC) di Sulbar.

"Seluruh juara pertama yang kami nilai berpeluang meraih prestasi di tingkat nasional akan dimagangkan di salah satu pondok pesantren di Jawa. Opsi kedua adalah training center yang kami laksanakan sendiri," ujarnya.

Ia menjelaskan pelaksanaan kedua program bergantung pada kemampuan anggaran. Pemprov Sulbar juga berharap dukungan sponsor agar pembinaan dapat berjalan maksimal.

"Kalau dukungan anggaran memadai, harapan kami dari sponsor bisa membantu sehingga dua opsi tersebut dapat dilaksanakan," kata Murdanil.

Murdanil menilai training center sebagai pilihan paling realistis karena biayanya relatif lebih rendah dibanding magang. Menurutnya, biaya magang di pondok pesantren dapat mencapai sekitar Rp30 juta–Rp40 juta per peserta karena waktu pembinaan yang mendekati satu bulan.

"Kalau magang, satu anak bisa mencapai Rp30 juta sampai Rp40 juta karena ditinggalkan sekitar satu bulan di pondok pesantren di Jawa," jelasnya.

Sementara itu, konsep training center dirancang sebagai pembinaan intensif singkat di Sulbar. Peserta diasramakan selama tiga hingga empat hari, umumnya di Asrama Haji, dengan pengajar dari ulama dan pembina cabang lomba masing-masing. Pembinaan ini bertujuan mengasah kemampuan dan kesiapan kafilah Sulbar sebelum berlaga di tingkat nasional.

Dengan dua skema tersebut, Pemprov Sulbar berharap kafilah provinsi mampu meningkatkan prestasi dan bersaing lebih kompetitif pada MTQ nasional mendatang. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar