BREAKING NEWS

MTQ XI Sulbar Ditutup Suhardi Duka, Tradisi Keagamaan yang Tetap Menjadi Prioritas

 


Mamuju, TOKATA.id — Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI tingkat provinsi di Mamuju, Kamis malam, 2 Juli 2026. Penutupan berlangsung khidmat dan menjadi momentum evaluasi agar penyelenggaraan MTQ semakin relevan dengan dinamika zaman.

Suhardi mengawali sambutannya dengan ungkapan syukur karena seluruh rangkaian MTQ berjalan lancar meski berada dalam kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Ia mencatat, tidak semua provinsi mampu menggelar MTQ tahun ini; dari 38 provinsi, hanya sembilan yang melaksanakan perlombaan tingkat provinsi.

“Alhamdulillah, pelaksanaan MTQ ini dapat kita laksanakan dengan baik dan malam ini secara resmi kita tutup,” ujar Suhardi Duka.

Gubernur menegaskan alasan Sulbar tetap menjadikan MTQ sebagai prioritas. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam pembinaan keagamaan dan penguatan karakter masyarakat. Ia juga menyebutkan jejak panjang Sulbar dalam melahirkan ulama dan tokoh agama, dengan Kabupaten Polewali Mandar dikenal sebagai gudang pesantren, diikuti Majene dan Mamuju.

Suhardi memberi apresiasi kepada para peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik. Ia menyatakan terkejut sekaligus bangga dengan prestasi Kabupaten Mamasa yang meraih Juara Umum II, sementara Polewali Mandar kembali mempertahankan gelar Juara Umum I.

“Saya hampir kaget malam ini ketika Mamasa menjadi Juara Umum II. Selamat kepada Mamasa atas prestasi luar biasa, dan selamat kepada Polewali Mandar yang kembali menjadi Juara Umum,” kata Suhardi.

Meski mengapresiasi prestasi, ia mengingatkan agar hasil itu menjadi pemicu peningkatan pembinaan generasi Qur’ani di seluruh kabupaten. Selain fungsi keagamaan, Suhardi menilai MTQ tetap memiliki daya tarik karena mampu memberi ketenangan batin dan memperkuat nilai-nilai keimanan masyarakat.

Gubernur juga mendorong inovasi dalam penyelenggaraan MTQ ke depan: tidak sekadar syiar Islam, tetapi juga berpotensi mendorong dampak ekonomi. Ia mengusulkan pengemasan acara yang lebih kreatif untuk meningkatkan perputaran ekonomi daerah, menggerakkan pelaku UMKM, dan menghadirkan tontonan yang menyejukkan melalui lantunan ayat suci.

“Saya berharap MTQ Sulbar terus berkembang sebagai wadah pembinaan tilawah sekaligus agenda daerah yang memperkuat syiar Islam, membangun karakter masyarakat, dan memberi manfaat ekonomi bagi sekitar,” tutup Suhardi. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar