Mahasiswa KKN-PPM UGM Bawa Program Edukasi Kebencanaan ke Simboro
Mamuju, TOKATA.id — Menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, agar seluruh perangkat daerah memperkuat sinergi dengan pemangku kepentingan demi percepatan pembangunan, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, didampingi Sekretaris BPBD Sulbar, Arnidah, menerima kunjungan Tim Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Kamis (2/7/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Kalaksa itu bertujuan mempererat kerja sama serta membahas program kolaboratif selama pelaksanaan KKN-PPM UGM di Desa Sumare dan Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. KKN-PPM berlangsung sejak 20 Juni hingga 8 Agustus 2026 dengan fokus pemberdayaan masyarakat melalui program pembangunan dan penguatan kapasitas desa.
Tim KKN-PPM UGM memaparkan rencana kegiatan di lokasi, antara lain program peningkatan kapasitas masyarakat menghadapi potensi bencana, edukasi kebencanaan, dan penguatan kesiapsiagaan di tingkat desa.
Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyambut baik kunjungan itu dan mengapresiasi komitmen UGM dalam pengabdian kepada masyarakat yang mendukung pembangunan daerah.
"BPBD Sulawesi Barat sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Kehadiran mahasiswa KKN merupakan peluang strategis untuk memperkuat edukasi kebencanaan serta membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Gubernur agar seluruh program pembangunan dilaksanakan melalui kolaborasi lintas sektor," ujar Yasir Fattah.
Ia menambahkan bahwa BPBD Sulbar siap memberikan dukungan berupa data, informasi, dan materi edukasi kebencanaan yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dalam menjalankan program kerja di desa, termasuk mendukung implementasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Berbasis Kolaborasi sebagai upaya memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap ancaman bencana. (*/Rigo Pramana)
