BREAKING NEWS

Gaji 13 dan Keberlanjutan PPPK Bergantung pada Kinerja, Bukan Sekadar Status

Mamuju, TOKATA.id — Sekretaris Daerah Sulawesi Barat, Junda Maulana, menegaskan perhatian Gubernur Suhardi Duka terhadap nasib Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Kebijakan anggaran yang ditempuh Pemprov, kata Junda, menjadi bukti usaha berkelanjutan gubernur untuk memperjuangkan hak-hak mereka.

Pernyataan itu disampaikan Junda saat memimpin apel di Kantor Gubernur Sulbar, Senin (20/7/2026). Ia menjelaskan bahwa sebelumnya anggaran gaji PPPK paruh waktu hanya tersedia hingga Oktober 2026. Atas arahan Gubernur, anggaran itu ditambah sehingga pembayaran gaji berlangsung hingga Desember 2026.

“Apa buktinya kecintaan beliau? Tahun ini gaji PPPK paruh waktu hanya sampai Oktober. Karena perhatian Bapak Gubernur, kami diperintahkan menambah dua bulan lagi sampai Desember,” ujarnya.

Lebih jauh, Pemprov Sulbar telah menyiapkan anggaran pembayaran gaji PPPK penuh untuk 2027. Anggaran itu juga mengakomodasi komponen gaji ke-13 dan gaji ke-14, menurut Junda.

“Untuk 2027 kami menganggarkan penuh gaji PPPK, termasuk gaji ke-13 dan ke-14,” katanya.

Junda menambahkan bahwa perhatian gubernur tidak terbatas pada PPPK. Tambahan anggaran juga dialokasikan untuk Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN). Semula TPP hanya dianggarkan hingga Juli 2026; kini pembayarannya diperpanjang sampai Desember 2026 atas kebijakan gubernur.

Dalam kesempatan yang sama, Junda mengimbau seluruh ASN agar berhati-hati memercayai informasi yang beredar di media sosial. Ia meminta agar persoalan diselesaikan melalui jalur resmi untuk menghindari simpang siur.

“Kalau tidak paham suatu persoalan, jangan langsung dibagikan. Ada medianya, ada ruangnya untuk bertanya. Jangan melalui media sosial sehingga menimbulkan simpang siur,” tegasnya.

Junda juga mengajak seluruh pegawai menjaga kebersamaan. Ia menekankan bahwa setiap orang—tanpa memandang jabatan atau status kerja—memiliki peran penting dalam kelancaran organisasi.

“Jangan ada yang merasa hebat atau merasa tak diperlukan. Kita semua dibutuhkan sesuai tugas masing-masing. Cleaning service pun jangan diabaikan; tanpa mereka siapa yang membersihkan kantor kita,” tutupnya. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar