Pelancong Kecewa, Terpal Serampangan Ganggu Pemandangan di Mamuju
Mamuju, TOKATA.id — Sejumlah pelancong dan warga Mamuju mengeluhkan keberadaan lapak penjual buah berpenutup terpal di teras ruas Jalan Yos Sudarso (Arteri) Mamuju. Lapak-lapak itu dinilai merusak estetika kawasan yang kini menjadi salah satu titik kunjungan wisata di ibu kota Sulawesi Barat.
Kamaluddin, pelancong dari Halmahera yang berkunjung untuk menikmati objek pantai seperti Pulau Karampuang, Mallawa, Batu Lombeng, dan Anjungan Pantai Manakarra, mengatakan pemandangan teras Arteri itu mengurangi kenyamanan berkeliling.
“Saya kagum dengan sejumlah spot pantai di Mamuju, tapi saat melewati Jalan Yos Sudarso Arteri, pandangan terganggu oleh lapak-lapak yang memakai terpal dan dipasang serampangan. Tampilan mereka tidak menarik,” kata Kamaluddin, Sabtu (18/07).
Keluhan serupa datang dari warga setempat, Misrawaty. Ia menilai pemasangan terpal yang digantung dengan cara seadanya membuat tampilan arteri utama kota tampak kotor dan tak terurus, berbeda dengan lapak lain yang menggunakan tenda lebih rapi.
“Semestinya lapak yang merusak estetika ini dipindahkan. Ketika melintas, mata kita terganggu. Ada lapak yang tertata rapi sehingga nyaman dipandang; ini justru sebaliknya,” ujar Misrawaty.
Kedua sumber berharap pemerintah daerah dan pihak terkait mengambil langkah koordinatif agar tampilan Jalan Yos Sudarso kembali rapi dan menarik bagi pelancong. Mereka menyarankan Pemkab Mamuju, Pemprov Sulawesi Barat, BPJN Sulbar, dan Satpol PP berkolaborasi untuk menata atau memindahkan pedagang yang menggunakan terpal tersebut.
“Ayo demi Mamuju yang lebih indah. Pedagang yang membuat pemandangan kotor harus ditertibkan,” pungkas Misrawaty. (Rigo Pramana)
.jpeg)