Sosial Media
0
News
    Home Advertorial Politik

    SDK-JSM Lanjutkan Kampanye di Tobadak: Fokus pada Pembangunan dan Kesejahteraan

    "SDK-JSM"

    18 min read

     


    Tobadak – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, MM (SDK) dan Mayjen (Purn) Salim Mengga (JSM), yang diusung oleh Koalisi Sulbar Maju dengan nomor urut 3, melanjutkan kampanye terbatas mereka di Desa Batuparugi, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah.  

    Acara ini dihadiri oleh anggota DPRD Mamuju Tengah, Agustinus dan Ishaq, serta Syahrul Sukardi, calon Bupati Mamuju Tengah nomor urut 2. Ratusan warga, relawan, dan simpatisan dengan antusias mengikuti jalannya kampanye.  

    Dalam sambutannya, Syahrul Sukardi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi untuk memastikan pembangunan yang lebih baik di Mamuju Tengah.  

    “Kita ingin ada perubahan yang lebih baik untuk daerah ini. Pak SDK telah memberikan banyak karya nyata bagi Sulawesi Barat yang tidak pernah terlupakan,” ungkap Syahrul, mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan SDK-JSM.  

    Ia juga menegaskan bahwa demokrasi harus bebas dari intervensi dan tekanan, serta pemimpin harus merangkul semua golongan.  

    “Masyarakat harus menggunakan hak pilihnya tanpa tekanan. Pemimpin yang baik harus hadir di tengah-tengah masyarakat dan merangkul semua golongan,” lanjutnya.  

    Dalam orasinya, Salim Mengga menegaskan rekam jejak dan pengabdiannya sebagai purnawirawan yang ingin melanjutkan pengabdiannya untuk masyarakat.  

    "Saya tidak berhenti mengabdi, saya ingin membangun daerah ini lebih maju dan berkeadilan," ujarnya.  
    Visi pasangan SDK-JSM adalah mendorong Sulawesi Barat maju dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program 1.000 beasiswa setiap tahun. SDK-JSM berkomitmen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan memberikan jaminan kesehatan yang memadai bagi seluruh masyarakat.  

    “Tanpa kesehatan yang baik, masyarakat akan lemah dan mudah dipengaruhi serta dibodohi. Pembodohan masuk melalui pendidikan yang rendah dan kemiskinan,” tambah Salim.  

    Salim Mengga juga menekankan pentingnya kedaulatan individu, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah ditakut-takuti atau dibodohi.  

    “Setiap orang berdaulat atas dirinya sendiri, jangan mau ditakut-takuti,” tegasnya.  

    Lebih lanjut, Salim menjelaskan bahwa terbentuknya Kabupaten Mamuju Tengah adalah hasil kerja keras seluruh masyarakat, bukan hanya jasa satu atau dua orang. Ia menjelaskan perannya dalam proses pengesahan kabupaten tersebut dan berkomitmen untuk memastikan Mamuju Tengah dapat bersaing dengan kabupaten lain.  

    “Kita ingin Mamuju Tengah sejajar dengan kabupaten lain, meskipun masih muda. Kami menyiapkan anggaran Rp 550 miliar, dengan Rp 50 miliar dibagikan setiap kabupaten, dan sisanya Rp 250 miliar akan disesuaikan dengan kebutuhan dan luas wilayahnya,” pungkas Salim.  

    SDK-JSM menegaskan keseriusan mereka dalam membawa perubahan bagi Sulawesi Barat, dengan harapan masyarakat dapat memilih pemimpin yang memiliki visi jelas dan bisa dibuktikan.  (rls)

    Additional JS