SDK-JSM Lanjutkan Kampanye di Tobadak: Fokus pada Pembangunan dan Kesejahteraan
"SDK-JSM"
Tobadak – Pasangan calon Gubernur dan Wakil
Gubernur Sulawesi Barat, Dr. H. Suhardi Duka, MM (SDK) dan Mayjen (Purn) Salim
Mengga (JSM), yang diusung oleh Koalisi Sulbar Maju dengan nomor urut 3,
melanjutkan kampanye terbatas mereka di Desa Batuparugi, Kecamatan Tobadak,
Kabupaten Mamuju Tengah.
Acara ini dihadiri oleh anggota DPRD Mamuju Tengah, Agustinus dan Ishaq, serta Syahrul
Sukardi, calon Bupati Mamuju Tengah nomor urut 2. Ratusan warga, relawan, dan
simpatisan dengan antusias mengikuti jalannya kampanye.
Dalam sambutannya, Syahrul Sukardi menekankan pentingnya sinergi antara
pemerintah kabupaten dan provinsi untuk memastikan pembangunan yang lebih baik
di Mamuju Tengah.
“Kita ingin ada perubahan yang lebih baik untuk daerah ini. Pak SDK telah
memberikan banyak karya nyata bagi Sulawesi Barat yang tidak pernah
terlupakan,” ungkap Syahrul, mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan
SDK-JSM.
Ia juga menegaskan bahwa demokrasi harus bebas dari intervensi dan tekanan,
serta pemimpin harus merangkul semua golongan.
“Masyarakat harus menggunakan hak pilihnya tanpa tekanan. Pemimpin yang baik
harus hadir di tengah-tengah masyarakat dan merangkul semua golongan,”
lanjutnya.
Dalam orasinya, Salim Mengga menegaskan rekam jejak dan pengabdiannya sebagai
purnawirawan yang ingin melanjutkan pengabdiannya untuk masyarakat.
"Saya tidak berhenti mengabdi, saya ingin membangun daerah ini lebih maju
dan berkeadilan," ujarnya.
Visi pasangan SDK-JSM adalah mendorong Sulawesi Barat maju dengan fokus pada
pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program 1.000 beasiswa setiap
tahun. SDK-JSM berkomitmen untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan memberikan
jaminan kesehatan yang memadai bagi seluruh masyarakat.
“Tanpa kesehatan yang baik, masyarakat akan lemah dan mudah dipengaruhi serta
dibodohi. Pembodohan masuk melalui pendidikan yang rendah dan kemiskinan,”
tambah Salim.
Salim Mengga juga menekankan pentingnya kedaulatan individu, mengingatkan
masyarakat agar tidak mudah ditakut-takuti atau dibodohi.
“Setiap orang berdaulat atas dirinya sendiri, jangan mau ditakut-takuti,” tegasnya.
Lebih lanjut, Salim menjelaskan bahwa terbentuknya Kabupaten Mamuju Tengah
adalah hasil kerja keras seluruh masyarakat, bukan hanya jasa satu atau dua
orang. Ia menjelaskan perannya dalam proses pengesahan kabupaten tersebut dan
berkomitmen untuk memastikan Mamuju Tengah dapat bersaing dengan kabupaten
lain.
“Kita ingin Mamuju Tengah sejajar dengan kabupaten lain, meskipun masih muda.
Kami menyiapkan anggaran Rp 550 miliar, dengan Rp 50 miliar dibagikan setiap
kabupaten, dan sisanya Rp 250 miliar akan disesuaikan dengan kebutuhan dan luas
wilayahnya,” pungkas Salim.
SDK-JSM menegaskan keseriusan mereka dalam membawa perubahan bagi Sulawesi
Barat, dengan harapan masyarakat dapat memilih pemimpin yang memiliki visi
jelas dan bisa dibuktikan. (rls)
