DKPPKB Sulbar Perkuat Pendampingan Kabupaten untuk Percepatan Program Kesehatan
Mamuju, TOKATA.id - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat pendampingan teknis kepada pemerintah kabupaten untuk meningkatkan capaian program kesehatan melalui evaluasi dan konsultasi koordinatif yang dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026.
Melalui Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas, DKPPKB Sulbar mendampingi Evaluasi Triwulan II Program Promosi Kesehatan dan Kesehatan Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah. Kegiatan yang digelar secara daring tersebut membahas capaian semester I sekaligus strategi percepatan pelaksanaan program pada semester II tahun 2026. Kegiatan dibuka dan dipimpin oleh Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju Tengah, I Nyoman Sumadana, serta diikuti seluruh pengelola program promosi kesehatan dan kesehatan kerja dari puskesmas se-Kabupaten Mamuju Tengah.
Dari DKPPKB Sulbar hadir Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Muh. Saleh, bersama tim untuk memberikan pembinaan dan penguatan teknis. Dalam pendampingan tersebut DKPPKB menekankan percepatan sejumlah indikator prioritas, antara lain penguatan implementasi posyandu siklus hidup, pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pelayanan kesehatan kerja, peningkatan literasi kesehatan masyarakat, penguatan sekolah sehat, serta peningkatan aktivitas fisik masyarakat. Perhatian khusus juga diberikan pada pembentukan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat (TPKJM) di Kabupaten Mamuju Tengah, yang masih menjadi pekerjaan rumah dalam penguatan layanan kesehatan komunitas.
Muh. Saleh mengatakan evaluasi tidak hanya menilai capaian indikator, tetapi juga mengidentifikasi kendala dan menyusun langkah percepatan yang lebih terarah. Pendampingan bertujuan agar setiap puskesmas mampu mengoptimalkan implementasi program sesuai target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Pada hari yang sama, Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menerima kunjungan konsultasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa di kantor DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat. Delegasi Kabupaten Mamasa dipimpin Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Into Harahap, bersama jajaran pengelola program. Pertemuan membahas penguatan pelayanan kesehatan keluarga, percepatan penanganan stunting, serta penguatan layanan kesehatan jiwa sebagai bagian dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar di Kabupaten Mamasa.
Pertemuan konsultatif itu dimaksudkan untuk menyelaraskan pelaksanaan program antara provinsi dan kabupaten, mengidentifikasi tantangan lapangan, serta merumuskan langkah percepatan yang bisa dilakukan bersama. Fokus pembahasan meliputi penguatan kapasitas pelayanan kesehatan keluarga, intervensi spesifik dan sensitif dalam penanganan stunting, serta pembentukan jejaring layanan kesehatan jiwa.
dr. Nursyamsi menegaskan bahwa pendampingan dan koordinasi seperti ini penting untuk memastikan program prioritas kesehatan berjalan selaras hingga tingkat kabupaten. "Pendampingan kepada kabupaten merupakan strategi untuk mempercepat pencapaian indikator program kesehatan. Kami ingin memastikan setiap daerah mendapatkan pembinaan yang berkelanjutan sehingga mampu mengatasi berbagai kendala dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa upaya tersebut sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas untuk mewujudkan visi "Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera". Melalui evaluasi, konsultasi, dan pendampingan yang berkesinambungan, DKPPKB Sulbar berharap seluruh kabupaten, termasuk Mamuju Tengah dan Mamasa, dapat mempercepat capaian program promosi kesehatan dan kesehatan kerja sehingga berdampak nyata pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. (*/Rigo Pramana)
