BREAKING NEWS

Dari Puskesmas ke Komunitas, Strategi Baru Sulbar Menggenjot Penemuan Kasus TBC

 


Mamuju, TOKATA.id — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sebanyak 30 tenaga kesehatan — terdiri atas dokter, perawat, dan bidan pelaksana program TBC di tingkat Puskesmas — mengikuti Pelatihan Penanggulangan Tuberkulosis bagi Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Pelatihan digelar di Hotel Marannu, Mamuju, pada 20–24 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan kerja sama DKPPKB Sulawesi Barat dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar, Kementerian Kesehatan RI. Pelatihan bagian dari strategi memperkuat kompetensi tenaga kesehatan untuk meningkatkan deteksi aktif kasus, kualitas tata laksana pasien, perluasan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), dan percepatan capaian eliminasi TBC di provinsi itu.

Program ini juga merupakan implementasi Gerakan Aktif Masyarakat dan Tenaga Kesehatan Terpadu Atasi Tuberkulosis (GARATTA TBC), inisiatif Pemprov Sulawesi Barat yang mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan penguatan kapasitas tenaga kesehatan.

Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan kualitas layanan TBC ditentukan oleh kompetensi tenaga kesehatan di garis depan. "Puskesmas adalah ujung tombak layanan kesehatan. Peningkatan kapasitas dokter, perawat, dan bidan pelaksana TBC merupakan investasi agar penemuan kasus lebih cepat, pengobatan lebih berkualitas, dan TPT menjangkau kelompok berisiko lebih luas," ujar dr. Nursyamsi.

Ia menambahkan pelatihan sejalan dengan visi pembangunan kesehatan "Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera" di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, terutama melalui penguatan program Quick Wins Sulbar Sehat dan Panca Daya ke-3: membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Selama lima hari, peserta mendapatkan penguatan materi meliputi kebijakan nasional penanggulangan TBC, strategi penemuan kasus aktif (active case finding), investigasi kontak, tata laksana klinis TBC, pemberian TPT, serta pencatatan dan pelaporan lewat Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB).

DKPPKB berharap seluruh peserta menjadi agen perubahan di wilayah kerjanya: meningkatkan kualitas layanan TBC di Puskesmas, memperkuat edukasi masyarakat, dan membangun kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan Sulawesi Barat yang bebas TBC.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmen memperkuat kapasitas tenaga kesehatan sebagai garda terdepan layanan berkualitas sekaligus mempercepat terwujudnya Sulawesi Barat bebas TBC. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar