BREAKING NEWS

Sandeq Silumba Tetap Digelar, Rute Dipangkas karena Efisiensi Anggaran

 


Mamuju, TOKATA.id — Dewan Pengarah Sandeq Silumba memastikan penyelenggaraan festival perahu tradisional itu tetap berlangsung tahun ini, namun dengan format yang jauh lebih sederhana dibandingkan 2025.

Keputusan itu diambil dalam rapat Dewan Pengarah bersama para passandeq. Jika pada 2025 lomba menempuh rute sepanjang 231 kilometer dari Pantai Bahari, Polewali Mandar, hingga berakhir di Mamuju dengan penutupan mengelilingi Pulau Karampuang, maka tahun ini perlombaan dipangkas menjadi kegiatan lokal di dua kabupaten: Majene dan Polewali Mandar.

“(Sandeq Silumba) dilaksanakan lokal di dua kabupaten, yaitu Majene dan Polman; hadiahnya disiapkan oleh Pemprov,” kata Syamsul Samad, Dewan Pengarah Sandeq Silumba, saat dikonfirmasi, Selasa (30/6/2026). (*/Rigo Pramana)

Pembatasan rute Mamuju menjadi konsekuensi dari upaya efisiensi anggaran dan peningkatan jumlah peserta. Kuota peserta naik dari 55 menjadi 95 perahu Sandeq, sehingga diperkirakan biaya pelaksanaan hampir dua kali lipat dibanding anggaran 2025.

Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, sebelumnya menginstruksikan tiga kabupaten — Polewali Mandar, Majene, dan Mamuju — untuk mengalokasikan masing-masing Rp1 miliar. Namun penyediaan dana tidak merata; hanya Mamuju yang tercatat memiliki APBD sebesar Rp1 miliar untuk kegiatan ini. Kabupaten Polewali Mandar hanya mengalokasikan sekitar Rp400 juta, sedangkan Majene menganggarkan Rp150 juta. Besaran tersebut dinilai tidak mencukupi kebutuhan pembiayaan seluruh peserta passandeq.

Dengan keterbatasan fiskal tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama Dewan Pengarah Sandeq memutuskan agar Sandeq Silumba tetap digelar demi menjaga tradisi dan warisan budaya bahari masyarakat Mandar, meski skala acaranya lebih terbatas.

Sandeq Silumba selama ini bukan semata perlombaan; ia menjadi ruang berlaga budaya dan daya tarik wisata, sebuah ritus laut yang mempertahankan nilai-nilai maritim Sulawesi Barat yang diwariskan turun-temurun. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar