BREAKING NEWS

Layanan Cek Kesehatan Gratis Dampingi Nobar Piala Dunia di Mamuju



Mamuju, TOKATA.id — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bekerja sama dengan Poliklinik Kantor Gubernur menghadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dalam kegiatan Nonton Bareng (Nobar) Piala Dunia 2026, olahraga, dan pemberdayaan UMKM di Jalan Arteri, Mamuju, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan itu merupakan upaya mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat melalui pendekatan jemput bola, sekaligus mengintegrasikan promosi kesehatan ke dalam acara sosial, olahraga, dan kegiatan ekonomi warga.

Pelaksanaan layanan sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka, yang menempatkan peningkatan mutu pelayanan dasar dan kesehatan masyarakat sebagai prioritas untuk mewujudkan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”.

Di posko layanan, masyarakat mendapatkan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol; konsultasi kesehatan; serta edukasi tentang pentingnya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular — semua layanan diberikan gratis.

Panitia memanfaatkan momentum berkumpulnya masyarakat pada acara nobar dan festival UMKM sebagai wahana edukasi kesehatan, dengan harapan meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya pemeriksaan berkala dan pola hidup sehat.

Petugas juga mengimbau masyarakat memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis yang tersedia di seluruh puskesmas sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pemerintah Republik Indonesia di bidang kesehatan.

Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengajak warga memanfaatkan layanan CKG sebagai langkah awal menjaga kesehatan. "Kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Barat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis di puskesmas. Pemeriksaan berkala penting untuk mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kualitas hidup meningkat," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya harus hadir di fasilitas, tetapi juga menyentuh berbagai aktivitas masyarakat agar akses semakin mudah dijangkau. "Melalui kegiatan seperti ini, warga dapat menikmati hiburan dan aktivitas ekonomi sekaligus memperoleh layanan kesehatan secara gratis. Ini bentuk pelayanan yang promotif, preventif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat," tambah dr. Nursyamsi.

DKPPKB Sulawesi Barat berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat sehingga akses layanan kesehatan meningkat, kesadaran hidup sehat meluas, dan mendukung terwujudnya Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar