Dua Hari, Dua Aksi, RSUD Sulbar Tingkatkan Triase IGD dan Peringati HANI
Mamuju, TOKATA.id - RSUD Provinsi Sulawesi Barat memperkuat layanan kesehatan dengan dua kegiatan edukasi berturut-turut pada akhir Juni 2026: peningkatan pemahaman sistem triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Senin, 29 Juni, dan penyuluhan anti-narkoba dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) pada Selasa, 30 Juni.
Upaya ini sejalan dengan program Panca Daya Gubernur Suhardi Duka, yang menempatkan pengembangan sumber daya manusia unggul dan berkarakter sebagai prioritas. Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, mengatakan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi kunci mutu pelayanan.
Pelatihan triase dirancang untuk menyamakan pemahaman tentang prinsip triase, kategori prioritas pasien, alur pelayanan kegawatdaruratan, serta koordinasi antarprofesi di IGD. Triase, kata dr. Musadri, adalah proses pengelompokan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratan untuk menentukan prioritas penanganan. Dengan pemahaman yang seragam, pelayanan diharapkan lebih cepat, tepat, dan terukur serta mampu meningkatkan keselamatan pasien.
"Pemahaman yang baik mengenai sistem triase sangat penting bagi seluruh tenaga kesehatan, khususnya yang bertugas di IGD. Namun di sisi lain, masyarakat juga perlu memahami bahwa pelayanan di IGD dilakukan berdasarkan tingkat kegawatdaruratan pasien, bukan berdasarkan urutan kedatangan. Melalui kegiatan edukasi ini, kami berharap petugas semakin profesional dalam menjalankan tugasnya dan masyarakat semakin memahami proses pelayanan yang diberikan, sehingga dapat meminimalkan kesalahpahaman yang kerap terjadi,” ujar dr. Musadri Amir.
Keesokan harinya, RSUD juga menggelar penyuluhan kesehatan bertema "Generasi Sehat Tanpa Narkoba" pada peringatan HANI 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang tunggu depan Instalasi Rekam Medik tersebut diselenggarakan oleh Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dengan narasumber dr. Besse Wiwi Wulandari dan diikuti pasien, keluarga pasien, serta pengunjung rumah sakit.
Dalam pemaparannya, dr. Besse menguraikan definisi narkoba, efek dan sifat zat, jenis yang sering disalahgunakan, serta tanda-tanda penyalahgunaan yang perlu dikenali sejak dini. Ia menekankan peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sebagai garda terdepan pencegahan melalui pengawasan, komunikasi yang baik, dan penanaman nilai positif.
Direktur rumah sakit menegaskan, peringatan HANI menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif terhadap bahaya narkoba. “Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga dapat merusak masa depan keluarga, lingkungan, dan daerah. Melalui kegiatan edukasi ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjauhi narkoba serta membangun generasi yang sehat, produktif, dan berkarakter,” katanya.
Kedua kegiatan tersebut diharapkan memperkuat budaya kerja profesional dan inovatif di RSUD serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap mekanisme pelayanan kesehatan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika. Dengan sinergi peningkatan kompetensi petugas dan edukasi publik, RSUD Provinsi Sulawesi Barat optimistis mampu memberikan layanan yang semakin cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat Sulawesi Barat. (*/Rigo Pramana)
