Dari Parapat, Sulbar Perluas Jejaring untuk Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga
Sumatera Utara, TOKATA.id — Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI) Tahun 2026. Kegiatan digelar di Aula Mes Pora‑Pora, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada 11–13 Juni 2026 dan dihadiri 147 peserta dari Badan Penghubung seluruh Indonesia.
Rakornas mengusung tema “Kolaborasi Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota untuk Mencegah dan Mengatasi Inflasi melalui Peningkatan Kerja Sama Daerah dalam Bidang Penyediaan Bahan Pangan.” Forum itu bertujuan memperkuat jejaring antarpemerintah daerah serta memperluas akses informasi dan peluang kerja sama yang mendukung pembangunan daerah.
Acara dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, yang menyambut positif penyelenggaraan rakornas. “Dengan rakornas ini, masing‑masing provinsi diharapkan saling bertukar gagasan dan menjalin kerja sama untuk menunjang keberhasilan program daerah,” ujar Bobby dalam sambutannya.
Gubernur menekankan potensi komparatif tiap wilayah—Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali hingga Papua—yang dapat dijadikan basis kolaborasi terutama pada sektor pangan. Sinergi antardaerah, menurutnya, menjadi kunci menyokong ketersediaan bahan pokok sekaligus menahan laju inflasi.
Kepala Sub Bidang Promosi dan Informasi Daerah Badan Penghubung Sulawesi Barat, Nurul Farasmy, menyatakan materi dari Direktur Eksekutif Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara menegaskan pentingnya pencegahan dan penanganan inflasi untuk menjaga daya beli, stabilitas ekonomi, dan mencegah peningkatan kemiskinan. “Jika dibiarkan, nilai uang akan merosot sehingga kebutuhan pokok menjadi terlalu mahal untuk dijangkau,” kata Nurul.
Nurul menambahkan, pembahasan dalam rakornas selaras dengan program kerja Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, terutama dalam Panca Daya yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan serta pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. (*/Rigo Pramana)
