BREAKING NEWS

Dari Malunda ke Wonomulyo, Layanan Jemput Bola Bapenda Dorong Pembayaran PKB

 


Sulbar, TOKATA.id – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat layanan publik dan intensifikasi sosialisasi pajak melalui program jemput bola: Samsat Keliling, pelayanan di kantor, hingga penagihan dan validasi data kendaraan. Serangkaian kegiatan itu dilaksanakan oleh UPTD Pelayanan Pajak Kabupaten Polewali Mandar dan Majene pada Senin, 29 Juni 2026, menyasar masyarakat, instansi pemerintah, dan badan usaha di berbagai kecamatan.

Di Polewali Mandar, UPTD Pelayanan Pajak mencatat 27 wajib pajak yang dilayani dengan total realisasi penerimaan sebesar Rp15.028.600. Rinciannya: Samsat Keliling di Kecamatan Wonomulyo melayani 13 unit kendaraan dengan penerimaan Rp10.291.700, sedangkan pelayanan di Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Polewali Mandar melayani 14 unit kendaraan dengan penerimaan Rp4.736.900. Tim juga melakukan sosialisasi kepatuhan pajak, validasi data kendaraan, serta penagihan kendaraan dinas di Dinas Pertanian dan BP4KKP Kabupaten Polewali Mandar. Di Kecamatan Mapilli, petugas turun menagih pajak alat berat milik perusahaan dan perorangan, dan melakukan koordinasi dengan PDAM setempat terkait sistem pembayaran Pajak Alat Berat (PAP).

Di Kabupaten Majene, layanan Samsat Keliling di Kecamatan Malunda melayani 5 unit kendaraan dengan realisasi penerimaan Rp3.453.400. Secara paralel, UPTD Pelayanan Pajak Majene menggencarkan sosialisasi Program Bebas dan Diskon Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026 di lima kecamatan—Banggae, Banggae Timur, Malunda, Tubo Sendana, dan Tammerodo Sendana—untuk memastikan informasi program sampai ke tingkat desa dan mendorong masyarakat memanfaatkan keringanan yang tersedia.

Kepala UPTD Pelayanan Pajak Polewali Mandar, Syarifah Husni, mengatakan strategi jemput bola melalui Samsat Keliling dan penagihan lapangan bertujuan memperluas akses layanan dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak. "Pelayanan yang cepat, mudah, dan dekat dengan masyarakat merupakan komitmen kami. Kehadiran Samsat Keliling diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan tepat waktu," ujarnya.

Kepala UPTD Pelayanan Pajak Majene, Dauliyah, menambahkan bahwa pendekatan langsung ke kecamatan efektif memastikan warga tidak kehilangan kesempatan memanfaatkan program pembebasan dan diskon pajak. "Kami ingin memastikan layanan cepat, mudah, dan dekat dengan tempat tinggal mereka. Pajak yang dibayarkan akan kembali menjadi sumber pembiayaan pembangunan daerah," kata Dauliyah.

Kepala Bapenda Provinsi Sulawesi Barat, Abd. Wahab Hasan Sulur, menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan dan inovasi pelayanan publik menjadi fokus untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Optimalisasi pelayanan perpajakan adalah bagian transformasi pelayanan publik. Kemudahan akses layanan diharapkan meningkatkan kepatuhan masyarakat sehingga berdampak positif pada PAD, yang menjadi sumber pembiayaan pembangunan di Sulawesi Barat," ujarnya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat melalui kepatuhan perpajakan.

Semua kegiatan ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pelayanan publik, serta memperkuat kemandirian fiskal daerah. Bapenda mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai kanal layanan — baik di kantor UPTD maupun Samsat Keliling — dan menunaikan kewajiban pajak tepat waktu sebagai dukungan nyata terhadap percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan di Provinsi Sulawesi Barat. (*/Rigo Pramana)


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar