Bimtek IID 2026, RSUD Sulbar Bangun Ekosistem Inovasi dan Perlindungan HKI
Mamuju, TOKATA.id — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Indeks Inovasi Daerah secara daring, Kamis, 11 Juni 2026. Kegiatan diikuti dari Ruang Rapat Bidang Perencanaan dan Pengembangan RSUD.
Bimtek ini digelar berdasarkan Surat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Nomor 500.10.30.2/108/VI/2026/UND tanggal 8 Juni 2026, sebagai bagian upaya memperkuat kapasitas daerah dalam mengembangkan dan mengimplementasikan inovasi serta meningkatkan nilai Indeks Inovasi Daerah (IID) 2026.
Kepesertaan RSUD Sulbar sejalan dengan program Panca Daya yang digaungkan Gubernur Suhardi Duka, khususnya pada penguatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter. Dengan peningkatan kapasitas SDM di bidang inovasi, diharapkan tumbuh budaya kerja yang adaptif, kreatif, dan mampu menghadirkan layanan kesehatan berkualitas serta berdaya saing.
Bimtek dibuka Kabid Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Provinsi Sulawesi Barat, Hasanuddin. Dalam arahannya, Hasanuddin menekankan pentingnya memperkuat ekosistem inovasi di lingkungan perangkat daerah sebagai strategi utama peningkatan capaian IID Sulawesi Barat.
Sesi materi dipaparkan Hidayat Yasin, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat, dengan topik “Penerapan HKI dalam Indikator IGA”. Hidayat menjelaskan konsep dasar kekayaan intelektual (HKI), peran ganda HKI dalam penilaian IGA, bukti otentik kebaruan sebuah inovasi, hingga arsitektur pelaporan dari ide hingga perolehan poin IGA. Ia juga menguraikan peta jalan pelaporan, pengisian HKI, dan strategi percepatan akselerasi HKI untuk membangun ekosistem perlindungan inovasi daerah.
Materi ini menegaskan bahwa inovasi tak cukup berhenti pada implementasi layanan; diperlukan tata kelola dokumentasi, perlindungan hukum, dan pelaporan terstruktur agar inovasi memberikan kontribusi maksimal terhadap capaian daerah.
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, menyatakan partisipasi rumah sakit dalam Bimtek merupakan wujud komitmen mendorong inovasi berkelanjutan yang berdampak langsung pada mutu layanan kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, kami memperkuat pemahaman jajaran tentang pentingnya inovasi yang tidak hanya meningkatkan pelayanan, tetapi juga memiliki keberlanjutan dan perlindungan melalui HKI,” kata dr. Musadri.
Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas SDM adalah fondasi untuk mewujudkan layanan kesehatan yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan bekal tersebut, RSUD Sulbar diharapkan mampu mengembangkan inovasi pelayanan yang terukur, terdokumentasi, dan memberi kontribusi nyata terhadap peningkatan Indeks Inovasi Daerah serta kualitas layanan bagi masyarakat Sulawesi Barat. (*/Rigo Pramana)
