Bapenda Sulbar Perkuat Kearsipan: Fondasi Tata Kelola Menuju Profesionalisme
Mamuju, TOKATA.id — Meski baru berusia enam bulan sejak dibentuk, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sulawesi Barat menunjukkan komitmen kuat membangun tata kelola pemerintahan yang tertib, profesional, dan akuntabel.
Komitmen itu terwujud melalui pengawasan kearsipan internal yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Barat di kantor Bapenda Sulbar, Senin (8/6/2026). Kegiatan ini bagian dari upaya memperkuat sistem administrasi dan pengelolaan dokumen sesuai ketentuan perundang-undangan.
Kedatangan tim pengawas disambut Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Bapenda Sulbar, Gaffar, didampingi Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha A. Anshari AS, serta para arsiparis dan pengelola arsip di lingkungan Bapenda.
Pengawasan dipimpin Kepala Bidang Pembinaan dan Pengawasan Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulbar, Daniel Tiranda, bersama timnya. Tim bertugas mengevaluasi sekaligus memberikan pembinaan agar pengelolaan arsip berjalan sistematis, tertib, efektif, dan sesuai standar yang berlaku.
Langkah ini juga mendukung misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yaitu memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik serta mewujudkan pelayanan dasar yang merata dan berkualitas.
Sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang relatif baru, Bapenda Sulbar menunjukkan antusiasme tinggi selama pengawasan. Seluruh tim pengelola kearsipan aktif menyiapkan dokumen pendukung, mengisi instrumen penilaian, dan memenuhi indikator kearsipan yang ditetapkan.
Dalam pemeriksaan, tim pengawas menilai kelengkapan dokumen, penataan naskah dinas, sistem pengelolaan arsip, serta kesiapan sarana dan prasarana penyimpanan.
Kepala Bapenda Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Wahab Hasan Sulur, menyambut baik kegiatan itu. Ia menegaskan bahwa penguatan tata kelola administrasi merupakan fondasi organisasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Pengelolaan arsip yang baik adalah pondasi organisasi profesional. Arsip bukan sekadar tempat menyimpan dokumen, ia menjadi pilar akuntabilitas, pengambilan keputusan, dan kesinambungan pelayanan publik. Kami berkomitmen menjadikan kearsipan sebagai budaya kerja di Bapenda Sulbar,” kata Abdul Wahab.
Ia menambahkan bahwa usia organisasi yang masih muda bukan hambatan, melainkan kesempatan membangun sistem kerja yang kuat sejak awal agar Bapenda Sulbar tumbuh menjadi institusi adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembinaan dan dialog konstruktif antara tim pengawas dan jajaran Bapenda Sulbar untuk menjawab tantangan pengelolaan arsip serta memperkuat budaya administrasi yang transparan dan akuntabel di Sulawesi Barat. (*/Rigo Pramana)
