Lapak Durian Coreng Estetika, Ruas Jalan Yos Sudarso Arteri Mamuju
Mamuju, TOKATA.id – Beberapa pekan terakhir, Jalan Yos Sudarso Arteri Mamuju, Sulawesi Barat, tercoreng pemandangan kumuh, lapak-lapak penjual buah durian yang semberawut menyerobot bantaran jalan, mengganggu estetika arteri vital Bumi Manakarra.
Masyarakat setempat menyayangkan pembiaran ini, menuding ketidaktegasan pihak berwenang mulai Balai Pengelola Jalan Nasional, Pemkab Mamuju, hingga Pemprov Sulawesi Barat dalam mengusir pedagang yang merangsek setelah dilarang di area parkir Bundaran Centre Point Manakarra (CPM).
“Mustinya, sejak awal mereka dilarang berjualan di arteri ini,” tegas Mahmud, warga Mamuju, saat ditemui Rabu (6/5).
Menurutnya, pedagang durian sebaiknya diarahkan ke Pasar Sentral atau Pasar Baru Mamuju.
“Jika dibiarkan seenaknya mendirikan lapak, estetika ruang publik justru tercabik seperti luka tak terobati.”
Yusran, warga lain, menekankan urgensi penertiban.
“Ini bukan soal mencari nafkah, melainkan kesepakatan kolektif menjaga keindahan Mamuju. Lapak-lapak di bantaran Jalan Yos Sudarso, kawasan Karema, merusak wajah ikonik kota ini dan meninggalkan kesan semberawut bagi pengunjung.”
Jalan Yos Sudarso, spot identitas Bumi Manakarra, kini terancam citra buruk akibat kelalaian ini. Pihak berwenang belum merespons tuntutan warga. (*/Rigo Pramana)
