Tujuh Tuntutan Menggantung, Aliansi Rakyat tekan DPRD Sulbar soal Makan Bergizi Gratis
Mamuju, TOKATA.id – Di tengah komitmen tata kelola pemerintahan yang akuntabel ala Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Salim S. Mengga, DPRD Provinsi Sulawesi Barat kembali membuka pintu audiensi Aliansi Rakyat Bersatu di kantornya, Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju. Dipimpin Ketua Amalia Fitri, didampingi Wakil Ketua Sitti Suraida Suhardi dan Munandar Wijaya, pertemuan ini difasilitasi Sekretariat DPRD sebagai wujud dukungan administratif bagi tugas legislatif.
Audiensi ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya yang melahirkan tujuh rekomendasi tajam terkait kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program MBG. Sayangnya, tak satu pun poin terealisasi hingga kini, memicu surat tuntutan ulang dari aliansi.
“Forum hari ini digelar karena rekomendasi sebelumnya belum tersentuh oleh pengelola dapur MBG di Sulbar,” tegas Munandar Wijaya, menekankan urgensi tindak lanjut.
Ia berharap Badan Gizi Nasional (BGN) Perwakilan Sulbar segera bergerak. “Kami ingin langkah konkret dilaksanakan dan dilaporkan via Kabag Persidangan, agar Aliansi puas dan semua pihak tersenyum,” tambahnya penuh harap.
Sementara itu, Kepala BGN Perwakilan Sulbar Firazh Ahmadila mengaku terhambat petunjuk teknis pusat. “Rekomendasi DPRD belum jadi juknis BGN pusat. Kami sudah laporkan ke pimpinan, menanti arahan,” jelasnya, menegaskan setiap poin kini menunggu persetujuan sebelum turun ke daerah.
Tujuh rekomendasi yang kini jadi sorotan meliputi:
Penyusunan SOP penyediaan menu makanan.
Kompilasi menu berstandar gizi, disertai pemantauan kesehatan dan harga bagi penerima manfaat.
Pemberhentian sementara SPPG bermasalah tanpa sertifikasi lengkap, dengan surat pernyataan tanggung jawab jika timbul kasus luar biasa (KLB).
Pengawasan ketat cegah pelanggaran hukum dalam pengelolaan MBG.
Pemenuhan sarana-prasarana SPPG sesuai juknis.
Optimalisasi bahan baku lokal untuk dorong ekonomi daerah sekaligus jamin kesegaran gizi.
Dorongan Pemda stabilkan harga bahan baku dan prioritaskan produk lokal.
Pertemuan ini mencerminkan denyut pembangkepalaan rakyat terhadap program nasional yang krusial bagi gizi generasi muda Sulbar—sebuah panggilan agar rekomendasi tak lagi menguap bagai kabut pagi. (*/Rigo Pramana)
