Sulbar Berbasis Data, Gubernur SDK Sigkat MoU BPS, Hilirisasi Kakao Jadi Andalan
Jakarta, TOKATA.id – Seperti fondasi kokoh di bawah gelombang kemajuan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) menegaskan komitmennya membangun masa depan berbasis data melalui penandatanganan Nota Kesepakatan dan Perjanjian Kerja Sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Kerja sama ini merangkul penyediaan, pemanfaatan, serta pengembangan data statistik, guna menyokong perencanaan pembangunan daerah yang presisi dan inklusif.
Upacara penandatanganan digelar Senin (13/4/2026) di Kantor Pusat BPS RI, Jl. Dr. Sutomo 6-8, Jakarta Pusat. Hadir langsung Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti beserta jajaran, Gubernur Sulbar Suhardi Duka (SDK) didampingi Sekda Junda Maulana, tenaga ahli gubernur, serta pimpinan organisasi perangkat daerah.
"Dalam pengambilan kebijakan, data valid adalah jangkar utama. Kita tak boleh lagi bersandar pada asumsi; semuanya harus lahir dari fakta yang benar," tegas Gubernur Suhardi Duka, suaranya menggema seperti seruan bagi era baru.
Ia ungkap, ekonomi Sulbar tumbuh di atas rata-rata nasional sepanjang 2025. Namun, angka kemiskinan 10,18 persen masih menantang, menuntut kebijakan yang lebih tajam. Untuk itu, Pemprov bentuk tim "Pasti Padu" yang verifikasi data hingga tingkat individu dan alamat (by name by address). Sinkronisasi dengan BPS diharapkan memastikan bantuan sosial tepat sasaran, seperti anak panah yang tak meleset.
Tak berhenti di situ, pemerintah daerah giat dorong nilai tambah sektor industri pengolahan—kini 15,8 persen—menuju 30-35 persen pada 2029-2035. Fokus utama: hilirisasi kakao unggulan. "Kakao yang diolah bisa berlipat ganda nilainya. Inilah dorongan kami, agar kemakmuran menyentuh langsung rakyat," ujarnya penuh keyakinan.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan dukungan penuh, khususnya dalam suplai data akurat untuk perencanaan berkelanjutan. Melalui sinergi ini, Sulbar dan BPS komitmen wujudkan kebijakan tepat sasaran, inklusif, dan abadi—fondasi bagi kesejahteraan yang tak tergoyahkan. (*/Rigo Pramana)
.jpeg)