Promkes Siola, DKPPKB Sulbar Bawa Promosi Kesehatan ke Ruang Digital
Mamuju, TOKATA.id — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat edukasi dan promosi kesehatan lewat inovasi Promkes Siola, strategi komunikasi kesehatan yang mengandalkan media sosial dan kolaborasi lintas sektor.
Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan, Kesehatan Komunitas, dan Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan DKPPKB Sulbar, Muh Saleh, memaparkan strategi tersebut dalam briefing internal Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas pada Senin, 25 Mei 2026. Menurut Muh Saleh, Promkes Siola dirancang untuk membangun sistem edukasi kesehatan yang adaptif, kreatif, dan lebih dekat dengan masyarakat melalui pemanfaatan platform digital.
“Pendekatan komunikasi sekarang harus mengikuti perubahan perilaku publik, yang kian banyak memperoleh informasi lewat dunia digital,” kata Muh Saleh.
Kegiatan itu dipandu Wahida, yang menekankan pentingnya survei masyarakat untuk mengukur efektivitas penyebaran pesan kesehatan melalui media sosial. Evaluasi berbasis data, menurutnya, diperlukan untuk mengetahui sejauh mana pesan dipahami, diterima, dan memengaruhi perilaku menuju pola hidup sehat.
Penguatan promosi kesehatan ini sejalan dengan visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka.
Secara terpisah, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan promosi kesehatan mesti berevolusi dari metode konvensional. “Kita harus memanfaatkan media sosial dan pendekatan digital untuk menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya generasi muda. Edukasi yang tepat akan mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Sulawesi Barat,” ujarnya.
dr. Nursyamsi menambahkan bahwa komunikasi kesehatan berbasis data dan evaluasi akan membantu pemerintah menyusun strategi yang efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
Melalui Promkes Siola, DKPPKB Sulbar berharap tercipta sistem edukasi kesehatan yang terintegrasi dan inovatif serta mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan daerah. (*/Rigo Pramana)
