Sulbar Akselerasi Basmi Kemiskinan Ekstrem dan Stunting via Data Presisi Bersama BPS
Jakarta, TOKATA.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengakselerasi penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting dengan menguatkan basis data sebagai kompas presisi. Upaya ini dirapatkan dalam pertemuan teknis pemadanan data sektoral bersama Badan Pusat Statistik (BPS) RI di kantor pusatnya, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida Sulbar, Rahyati Rauf, menyebut rapat ini lanjutan Nota Kesepakatan Gubernur Suhardi Duka dengan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Perjanjian Kerja Sama Sekda Junda Maulana dan Kepala BPS Sulbar Suri Handayani.
"Penguatan komitmen ini menjadi fondasi tak tergoyahkan bagi percepatan Program Penanggulangan Kemiskinan dan Penanganan Stunting Terpadu (PASTIPADU), yang dikomandoi Sekda Sulbar," tegasnya.
Fokus utama: integrasi data sektoral daerah ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) BPS, agar intervensi di desa-kelurahan tepat sasaran. "Data presisi memastikan program PASTIPADU efektif dan terukur," tambah Rahyati.
Rapat sepakati poin strategis, seperti pemanfaatan API untuk integrasi data cepat dan aman, data balikan BPS sebagai dasar intervensi, serta jaminan kerahasiaan sesuai regulasi perlindungan data pribadi.
Kepala Bapperida Sulbar Amujib menjanjikan monitoring berkala. "Setiap anggaran pemutakhiran data harus berdampak nyata bagi masyarakat," ujarnya, optimistis sinkronisasi pusat-daerah akan percepat target penurunan kemiskinan ekstrem dan stunting.
Langkah ini sejalan instruksi presiden soal DTSEN. (*/Rigo Pramana)
