BREAKING NEWS

Sekda Sulbar: Stunting Ancaman Lost Generation, Posyandu Kunci Penanganan

 


Mamuju, TOKATA.id – Di tengah hiruk-pikuk era baru pelayanan kesehatan, Sekretaris Daerah Sulawesi Barat Junda Maulana hadir sebagai narasumber kunci dalam sosialisasi Enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) posyandu tingkat provinsi. Diselenggarakan Dinas Sosial, P3A, dan PMD Sulbar pada Senin (6/4/2026), kegiatan ini menyoroti posyandu sebagai benteng terdepan kesehatan masyarakat dusun.

“Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan paling dekat dengan rakyat, langsung menyasar kelompok rentan,” tegas Junda Maulana.

Sulbar masih bergulat dengan stunting mencapai 35 persen, ancaman serius bagi visi Indonesia Emas 2045. “Jika gagal menekannya, kita ciptakan lost generation yang menghambat mimpi bangsa,” ujarnya, membangkitkan urgensi kolektif.

Penyebab utama, menurut Junda: pernikahan dini yang merenggut kesiapan reproduksi, asupan gizi seadanya 

“Bukan sekadar kenyang, tapi sayur, biji-bijian, pola hidup sehat” serta sanitasi buruk yang memanggul penyakit.

Kerja sama lintas sektor jadi kunci. Di bawah Gubernur Suhardi Duka, program Pastipadu (Penanganan Stunting dan Penanggulangan Kemiskinan Terpadu) tahun kedua ini mengoptimalkan penguatan 2.000 posyandu melalui kolaborasi anggaran pusat hingga desa. “Jangan andalkan satu sumber; kolaborasi sesuai kewenangan,” desaknya.

Data e-PPGBM terbaru catat penurunan stunting ke 26 persen, tapi Junda ingatkan: keaktifan posyandu menentukan validitasnya. 

“Posyandu mati, data error. Pastikan mereka hidup dan akurat,” pungkasnya.

Upaya ini bukan sekadar angka, melainkan janji bagi generasi masa depan Sulbar yang sehat dan tangguh. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar