PUPR Sulbar Wajibkan GIS: Transparansi Bangun Masa Depan.
Mamuju, TOKATA.id – Seperti sungai yang mengalir deras membelah tanah tandus menuju lautan hijau, tata kelola pembangunan Sulawesi Barat kini dipandu data presisi melalui Geographic Information System (GIS). Upaya ini terus digelorakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sulbar dalam rapat Bidang Tata Ruang, Jumat (27/3/2026).
Kepala Dinas PUPR, Surya Yuliawan Sarifuddin, menegaskan: "GIS bukan sekadar peta statis, melainkan instrumen strategis untuk pantau capaian per bidang, per tahun anggaran, dan keselarasan dengan Renstra-Renja. Semua kegiatan konstruksi wajib berbasis GIS—lengkap dengan koordinat jelas—sehingga pelaporan jadi basis data terintegrasi yang akurat dan akuntabel."
Langkah visioner ini selaras visi Gubernur Suhardi Duka: penguatan pemerintahan digital demi transparansi dan keputusan real-time. Rapat juga tekankan kolaborasi antarbidang—komunikasi terbuka via platform terintegrasi, ciptakan ekosistem sinergis di mana proyek tak lagi berjalan soliter, tapi saling menguatkan seperti akar pohon beringin.
Digitalisasi ini ikut tren nasional. Kementerian PUPR dan daerah lain percepat geospasial untuk reformasi birokrasi. Dengan GIS optimal, PUPR Sulbar harapkan pembangunan lebih terarah, efisien, dan kontributif capai target daerah secara holistik. (*/Rigo Pramana)
