BREAKING NEWS

Menjaga Nadi Kesehatan Sulbar, DKPPKB Didorong Responsif, Terukur, dan Kolaboratif

 


Mamuju, TOKATA.id – Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengingatkan seluruh jajarannya untuk lebih peka dan sigap merespons berbagai isu kesehatan yang berkembang di tengah masyarakat.

Penegasan itu ia sampaikan dalam apel pagi, Kamis, 26 Maret 2026, sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, terkait penguatan kinerja perangkat daerah, khususnya pada sektor pelayanan dasar.

“Seluruh jajaran harus peka dan responsif terhadap isu-isu kesehatan yang muncul. Ini penting supaya penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat,” ujar dr. Nursyamsi.

Ia menekankan pentingnya bekerja secara terarah dan terukur, terutama dalam mengejar target pembangunan kesehatan yang telah ditetapkan. Sejumlah program prioritas menjadi fokus, mulai dari peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, percepatan penanganan stunting, dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis, hingga perluasan jaminan kesehatan masyarakat.

Tak hanya itu, DKPPKB Sulbar juga terus mendorong percepatan program-program prioritas Kementerian Kesehatan. Di antaranya pelaksanaan cek kesehatan gratis, pengendalian kasus tuberkulosis (TBC), serta peningkatan kualitas layanan rumah sakit yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Menurutnya, kunci keberhasilan terletak pada sinergi antara program daerah dan program nasional.

“Program-program ini harus berjalan beriringan dan saling menguatkan. Dengan kerja yang terukur dan kolaboratif, kita optimistis target pembangunan kesehatan bisa tercapai,” katanya.

Ia menambahkan, komitmen dan kesiapan seluruh jajaran menjadi faktor penting untuk memastikan layanan kesehatan semakin berkualitas, merata, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar