Gubernur SDK Resmi Canangkan Gerakan Sulbar Mandarras, Bangun Ekosistem Baca
Mamuju, TOKATA.id – Seperti menyalakan obor di ufuk timur, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) resmi meluncurkan Peraturan Gubernur Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pembudayaan Gemar Membaca melalui Gerakan Sulbar Mandarras. Ditetapkan Gubernur Suhardi Duka (SDK) pada 10 Maret 2026 di Mamuju, regulasi ini menjadi langkah strategis membangun sumber daya manusia unggul melalui budaya literasi yang terencana dan berkelanjutan.
"Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menetapkan Peraturan Gubernur Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pembudayaan Gemar Membaca melalui Gerakan Sulbar Mandarras pada 10 Maret 2026. Kebijakan ini jadi fondasi hukum untuk ciptakan masyarakat literat, berdaya saing, sejalan dengan konsep Panca Daya."
Gubernur SDK menegaskan, literasi adalah fondasi kokoh pembangunan manusia berkualitas. "Gerakan Sulbar Mandarras mengajak seluruh elemen—pemerintah daerah, sekolah, hingga komunitas—untuk menumbuhkan semangat baca sebagai nafas kehidupan," katanya. Inisiatif ini selaras dengan Panca Daya, memperkuat daya saing SDM, pendidikan, dan masyarakat berbasis pengetahuan.
Gerakan ini dirancang menjangkau akar rumput: menumbuhkan minat baca sejak dini, memperluas akses buku, serta membangun Rumah Mandarras di desa-kelurahan sebagai oasis literasi. Program strategisnya mencakup:
Gerakan literasi di satuan pendidikan.
Pembinaan budaya membaca di sekolah dan masyarakat.
Promosi serta optimalisasi perpustakaan.
Penguatan kelembagaan literasi daerah.
Pemprov Sulbar juga sediakan sarana pendukung, seperti taman baca masyarakat, perpustakaan keliling, digital, dan fasilitas lainnya, guna wujudkan ekosistem baca yang merata.
Kepala Biro Hukum Setda Sulbar, Suhendra, menjelaskan saat dihubungi Jumat (13/3/2026), "Peraturan ini landasan hukum agar gerakan literasi berjalan sistematis dan terintegrasi. Ia buka pintu kolaborasi pemerintah, pendidikan, dan masyarakat, memperkuat Panca Daya."
Pemprov Sulbar mengajak pemda kabupaten/kota, sekolah, komunitas, dan warga bergandengan tangan. Dengan dukungan bersama, Mandarras tak sekadar gerakan, melainkan rewoluasi pengetahuan yang mengangkat Sulbar menuju masa depan cemerlang. (*/Rigo Pramana)
