Usai Suntik Rp.73 Miliar, Gubernur SDK Janji Rp. 43 Miliar 2026, SDK; Mamasa Tak Dilupakan di Tengah Efesiensi Anggaran Nasional
"Di tengah gemuruh tepuk tangan perayaan Natal GMKI, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka tegas menepis tudingan "memandang sebelah mata" Kabupaten Mamasa dengan janji alokasi Rp73 miliar tahun 2025 dan Rp43 miliar 2026, meski kebijakan efisiensi anggaran nasional menggerus ruang fiskal provinsi."
Mamasa, TOKATA.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan komitmen serius Pemprov Sulbar terhadap pembangunan Mamasa, yang kerap dianggap terpencil di ujung Sulawesi. Penegasan itu dilontarkan saat menghadiri Perayaan Natal Nasional GMKI bersama pemerintah daerah dan ribuan warga di Lapangan Kondosapata, Mamasa, Senin malam (29/12).
"Pemprov Sulbar tidak memandang sebelah mata Mamasa. Tahun 2025, Rp73 miliar kami alokasikan langsung," ujar Duka, disambut riuh aplaus massa. Angka itu mencakup rekonstruksi jalan rusak parah seperti Urekang–Mambi (Rp11,88 miliar) dan Tabone–Nosu (Rp17,61 miliar), plus bantuan sosial untuk 512 keluarga miskin ekstrem (Rp1,02 miliar).
Meski demikian, Duka tak menutupi realitas pahit: efisiensi anggaran pusat memaksa Pemprov memangkas prioritas. "Tahun 2026, Rp43 miliar tetap kami racik untuk infrastruktur dan sosial, semoga Tuhan beri kekuatan," tegasnya. Kritik tersirat muncul saat ia soroti keterbatasan APBD kabupaten/provinsi yang "sangat terbatas", sementara perjuangan ke Jakarta untuk rebut dana TKD (Transfer Keuangan Daerah) tak selalu mulus.
Duka mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati Mamasa yang "berjuang mati-matian". "Kami di Jakarta rebut anggaran untuk enam kabupaten, termasuk Mamasa. Tapi APBD kita terbatas, seperti jalan berliku yang butuh kesabaran," tambahnya, metafor yang menggambarkan tantangan geografis dan fiskal daerah pegunungan ini.
Di balik optimisme Natal, Gubernur mengingatkan umat beragama jaga harapan. "Momentum ini tanamkan semangat kebersamaan. Seberat beban, dengan niat tulus dan ikhtiar, Tuhan tak diam—pasti bantu," katanya. Ia ajak semua elemen perkuat toleransi dan dukung pemerintah hadapi "hambatan pembangunan" ke depan.
"Pembangunan bukan sprint, tapi maraton. Kalau 2025 belum kelar, 2026 lebih baik. Insyaallah, kita jalan bersama," pungkas Duka, diikuti ucapan Selamat Natal yang tulus: "Dari hati paling dalam, Tuhan bersama kita." (*/Rigo Pramana)
