Sosial Media
0
News
    Home Advertorial Bencana BPBD Mamasa BPBD Sulbar Mamasa

    Penguatan Perencanaan Bencana di Mamasa, Fokus pada Data Akurat dan Terukur

    6 min read

     


    Mamasa, TOKATA.id - Inaldy L.S. Silang, Penata Penanggulangan Bencana Ahli Muda sekaligus Tim Ahli BPBD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), mendampingi BPBD Kabupaten Mamasa dalam pengumpulan data sekunder di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Mamasa, baru-baru ini.

    Kegiatan ini merupakan tahap krusial dalam penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Mamasa tahun 2026–2030. Dokumen ini akan menjadi dasar utama perencanaan pembangunan daerah yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana.

    OPD yang menjadi sasaran pengumpulan data meliputi Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta sejumlah OPD teknis terkait lainnya. Data yang dihimpun mencakup aspek kependudukan, sosial, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan publik yang relevan dengan potensi risiko bencana di wilayah Mamasa.

    Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen BPBD Sulbar dalam mendukung pemerintah Kabupaten Mamasa memproduksi dokumen kebencanaan yang akurat dan terukur.

    “Pendampingan ini menjadi sinergi antara BPBD provinsi dan kabupaten untuk memastikan validitas data kajian risiko sesuai kondisi lapangan. Hal ini krusial agar program penanggulangan bencana dapat tepat sasaran,” ujar Yasir Fattah.

    Yasir menambahkan, kegiatan ini juga merupakan implementasi instruksi Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang menginstruksikan seluruh BPBD di wilayah Sulbar memperkuat koordinasi dan kapasitas daerah dalam penyusunan dokumen kebencanaan berbasis data valid.

    “Gubernur menekankan pentingnya perencanaan berbasis data untuk penanggulangan bencana. Dengan dukungan OPD, diharapkan KRB Mamasa 2026–2030 menjadi referensi strategis bagi pembangunan daerah yang tangguh bencana,” tutupnya.

    Pengumpulan data sekunder ini akan berlanjut hingga semua instansi terkait di Kabupaten Mamasa berpartisipasi aktif, sebelum memasuki tahap analisis dan penyusunan dokumen final. (*/Rigo Pramana)

    Additional JS