BREAKING NEWS

Saat Anggaran Diperketat, Harapan Pendidikan Tetap Dijaga, 1.040 Mahasiswa Sulbar Terima Beasiswa

Gambar ini dihasilkan dari proses teknologi AI. (dok tokata.id)

 


Mamuju, TOKATA.id - Program beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memasuki tahun kedua di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka (SDK). Program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah tersebut kini telah menjangkau lebih dari seribu penerima manfaat.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, program beasiswa tetap dipertahankan sebagai prioritas. Pemprov Sulbar memastikan dukungan pendidikan bagi putra-putri daerah tetap berjalan pada 2026.



Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Sulbar, Murdanil, mengatakan keberlanjutan program beasiswa merupakan bagian dari komitmen Gubernur Suhardi Duka yang telah dimulai sejak 2025 dan kini memasuki tahun kedua.

"Kami memaksimalkan dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk betul-betul memperhitungkan setiap anggaran bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Sulbar melalui program beasiswa yang menjadi salah satu program prioritas Pak Gubernur Sulbar," kata Murdanil, Minggu 6 September 2026.

Ia menjelaskan, pada awalnya kuota beasiswa tahun 2026 hanya tersedia bagi 203 orang. Namun, antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 2.531 orang melalui laman beasiswa.sulbarprov.go.id.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 908 orang berhasil menyelesaikan proses pendaftaran hingga tahap pengunggahan dan finalisasi berkas.

"Proses ini dilakukan mulai dari pendaftaran sejak tanggal 1 Maret 2026 sampai 30 April 2026. Selanjutnya dilakukan seleksi pemberkasan oleh tim beasiswa. Setelah itu, diberikan ruang kepada calon penerima beasiswa untuk menyempurnakan atau memperbaiki dokumen yang keliru atau belum lengkap melalui tahap masa sangga selama kurang lebih dua minggu," bebernya.

Tahapan seleksi kemudian berlanjut. Pada 9 Juni 2026, sebanyak 570 orang dinyatakan lulus seleksi verifikasi berkas.

Hasil tersebut selanjutnya dibahas dalam rapat Komite Beasiswa yang melibatkan BPKAD, Baperida, Inspektorat, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dukcapil, Dinas Sosial, Dispora, Biro Hukum, dan Biro Pemkesra.

Rapat tersebut membahas sekaligus menentukan kelayakan dan keabsahan calon penerima, termasuk mempertimbangkan berbagai aspek lainnya. Salah satunya adalah penyesuaian jumlah penerima dengan ketersediaan anggaran dan variasi besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Dari kuota awal 203 orang, jumlah penerima akhirnya dapat ditambah menjadi 524 orang tanpa mengubah alokasi anggaran yang telah disediakan, yakni sebesar Rp7 miliar.

Kebijakan tersebut kemudian diperkuat melalui Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Barat Nomor 483 Tahun 2026 tertanggal 10 Juli 2026 yang menetapkan penerima beasiswa tahun 2026 sebanyak 524 orang.

"Selain itu, kami juga melakukan verifikasi kepada penerima beasiswa lanjutan dari tahun sebelumnya dan berhasil lanjut dan menerima beasiswa sebanyak 296 orang. Ada juga yang kami tindaklanjuti melalui proses kerja sama kampus dengan kriteria tidak mampu dan prestasi, seperti Kedokteran Unsulbar sebanyak 26 orang, STAIN Majene 69 orang, Tomakaka Mamuju 30 orang, Ambo Dalle Polman 26 orang, Unasma 22 orang, Unimaju 22 orang, Politekes Mamuju 25 orang," ungkapnya.

Dengan seluruh skema tersebut, total penerima beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pada 2026 mencapai 1.040 orang.

Jika dirinci berdasarkan jenjang pendidikan, penerima terdiri atas 19 mahasiswa jenjang diploma, 872 mahasiswa sarjana, 126 mahasiswa magister, 19 mahasiswa doktoral, dan 4 mahasiswa profesi.

Murdanil berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Ia menyampaikan pesan Gubernur Suhardi Duka agar bantuan pendidikan itu tidak sekadar menjadi dukungan finansial, tetapi juga menjadi pemantik semangat untuk menuntaskan pendidikan dan kelak kembali membangun Sulawesi Barat.

"Semoga beasiswa ini bisa dimanfaatkan dengan baik, bisa menjadi motivasi agar segera menyelesaikan studinya dan kembali membangun Sulawesi Barat sehingga ke depannya daerah ini bisa lebih maju," harapnya.

Diketahui, APBD Sulawesi Barat 2026 berada di kisaran Rp1,6 triliun. Di tengah keterbatasan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran tersebut, Pemprov Sulbar tetap mengalokasikan perhatian pada sektor pendidikan, khususnya melalui program beasiswa untuk pembayaran UKT dan penyelesaian studi bagi putra-putri Sulbar.

"Investasi pendidikan tidak bisa dirasakan hari ini, tapi ke depan Insyaallah masyarakat Sulawesi Barat makin pintar dan cerdas," harapnya. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar