Dari Kemiskinan hingga Infrastruktur, Sekda Sulbar Minta ASN Bekerja Lebih Disiplin
![]() |
| Sekda Sulbar DR Junda Maulana, saat memimpin rapat bersama sejumlah pimpinan OPD dilingkup Pemprov Sulawesi Barata, Senin (7/9/2026). (dok Ist) |
Mamuju, TOKATA.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat, Junda Maulana, mengingatkan jajaran aparatur sipil negara (ASN) bahwa membangun daerah bukan semata tugas seorang kepala daerah, melainkan tanggung jawab seluruh aparatur pemerintahan.
Pesan itu disampaikan Junda saat memimpin apel virtual lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Senin (7/9/2026). Selain menekankan kedisiplinan pegawai, ia meminta para pimpinan perangkat daerah menjadi teladan bagi bawahannya, terutama dalam menjalankan tugas dan mengejar target pembangunan.
Menurut Junda, Sulawesi Barat masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah yang membutuhkan kerja serius dan terukur. Persoalan tersebut mencakup kemiskinan, indeks pembangunan manusia (IPM), pendidikan, kesehatan, stunting, hingga pembangunan infrastruktur.
Tingkat kemiskinan Sulbar yang masih berada di angka 10,18 persen, kata dia, menjadi salah satu persoalan yang harus segera ditekan. Target membawa angka kemiskinan ke level satu digit dinilai membutuhkan kerja bersama dan konsistensi seluruh jajaran pemerintahan.
“Sulawesi Barat ini baru berkembang. Kita mengejar kemiskinan kita bisa satu digit. Yang saat ini 10,18 persen masih sangat besar kemiskinan kita. Harus kita turunkan,” katanya.
Junda juga menyoroti capaian IPM Sulbar yang masih berada di bawah angka nasional. Di saat yang sama, persoalan anak tidak bersekolah, kesehatan ibu dan bayi, stunting, serta pembangunan infrastruktur masih menjadi tantangan yang harus dijawab pemerintah.
Ia menilai berbagai persoalan tersebut tidak akan selesai hanya dengan perencanaan, tetapi membutuhkan aparatur yang disiplin, bekerja tepat waktu, serta berorientasi pada hasil.
“Semua itu bisa kalau kita disiplin. Disiplin waktu, disiplin kerja kita, disiplin anggaran,” ujarnya.
Karena itu, Junda meminta ASN tidak mencari kambing hitam ketika target pembangunan belum tercapai. Menurutnya, setiap aparatur yang bekerja di lingkungan pemerintahan memiliki bagian tanggung jawab dalam menentukan berhasil atau tidaknya program pembangunan.
“Kita semua para aparatur negara yang dibiayai oleh negara punya tanggung jawab bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Semarak Hari Jadi Sulbar
Dalam arahannya, Junda juga mengingatkan jajaran Pemprov Sulbar mengenai rangkaian peringatan Hari Jadi Sulawesi Barat ke-22 yang berlangsung pada September 2026.
Seluruh ASN, baik yang berada di lingkungan kantor Pemprov Sulbar maupun unit pelaksana teknis daerah (UPTD), diminta ikut menyemarakkan rangkaian kegiatan tersebut.
Pada puncak peringatan Hari Jadi Sulbar, 22 September mendatang, pejabat yang diwajibkan hadir langsung di lapangan akan mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian adat. Sementara staf lainnya mengikuti secara virtual dari kantor masing-masing sesuai pengaturan yang telah ditetapkan.
Junda juga meminta setiap perangkat daerah menggelar kegiatan sederhana untuk memeriahkan hari jadi. Menurutnya, momentum tersebut seharusnya tidak hanya menjadi milik para pejabat, tetapi dapat dirasakan seluruh jajaran pemerintahan.
Percepat Program, Jangan Tunggu Akhir Tahun
Memasuki September, Junda meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan yang telah direncanakan dalam APBD 2026.
Ia mengingatkan, waktu pelaksanaan APBD tahun ini tersisa sekitar empat bulan. Karena itu, setiap pekerjaan harus segera dijalankan dan tidak ditumpuk hingga mendekati penghujung tahun.
Selain percepatan program, OPD juga diminta segera menyiapkan data dukung untuk berbagai indikator kinerja yang menjadi penilaian pemerintah pusat. Di antaranya Monitoring Center for Prevention (MCP) bagi OPD terkait serta Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Lebih cepat, lebih baik. Jangan tunggu akhir masa waktunya,” pesannya.
Junda menilai capaian berbagai indikator pemerintah pusat memiliki arti penting bagi Sulawesi Barat. Kinerja tersebut dapat berpengaruh terhadap perhatian dan dukungan pemerintah pusat, baik melalui program, kegiatan maupun alokasi anggaran.
“Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan, kekuatan kepada kita untuk dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan amanah, urusan kita masing-masing, untuk satu tujuan kita, yaitu bagaimana menuju Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera,” pungkasnya, yang menjadi visi Gubernur Suhardi Duka bersama Almarhum Salim S Mengga .
Ia menutup arahannya dengan kembali mengingatkan seluruh ASN bahwa disiplin bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab kepada masyarakat yang menaruh harapan pada kerja pemerintah (*/Rigo Pramana)
