ESDM Sulbar Perkuat Kualitas ASN dan Perluas Gotong Royong Listrik untuk Pengentasan Kemiskinan
Mamuju, TOKATA.id - Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat mengambil dua langkah strategis yang berpijak pada satu tujuan: memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.
Di tengah upaya membangun birokrasi yang profesional dan berintegritas, Dinas ESDM Sulbar tidak hanya membenahi kapasitas aparatur di lingkungan internal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat pengentasan kemiskinan melalui akses listrik.
Sebanyak 14 Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas ESDM Sulbar mengikuti kegiatan Profiling ASN pada Rabu hingga Kamis (9–10 September 2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memetakan kompetensi, potensi, dan integritas aparatur, sekaligus memastikan setiap ASN memiliki kapasitas yang selaras dengan kebutuhan organisasi dan tuntutan pelayanan masyarakat.
Pada hari pertama, Rabu (9/9/2026), para peserta mengikuti psikotes dan sejumlah asesmen kompetensi. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan wawancara pada Kamis (10/9/2026), untuk menggali lebih dalam karakter, potensi, serta kapasitas masing-masing peserta.
Bagi ASN, profiling bukan sekadar rangkaian ujian. Ia menjadi ruang untuk melihat kembali kekuatan dan kekurangan diri, sekaligus menemukan arah pengembangan kapasitas yang lebih tepat.
Salah seorang peserta dari Dinas ESDM Sulbar, Asbar, yang merupakan Pejabat Pelaksana, menilai kegiatan tersebut penting sebagai sarana introspeksi dan pengembangan diri.
Menurutnya, hasil profiling dapat menjadi pijakan bagi ASN untuk terus meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas ESDM Sulbar, Bujaeramy Hassan, mendukung penuh partisipasi ASN di lingkungan instansinya dalam kegiatan tersebut. Ia menilai peningkatan kualitas aparatur merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi dan sejalan dengan Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, terutama dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.
"ASN yang profesional dan berintegritas adalah kunci pelayanan publik yang baik. Kami mendorong seluruh ASN Dinas ESDM untuk terus meningkatkan kompetensi diri, termasuk melalui kegiatan profiling ini," ujar Bujaeramy.
Jika profiling menjadi langkah untuk menata manusia di dalam birokrasi, langkah lain Dinas ESDM Sulbar diarahkan untuk menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pada Kamis (10/9/2026), Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar, Qamaruddin Kamil, memimpin sosialisasi program PELITA Sulbar kepada para direktur dan manajer perusahaan jasa penunjang tenaga listrik. Sosialisasi digelar secara daring melalui Zoom dan diikuti lebih dari 20 perusahaan yang beroperasi di Sulawesi Barat.
Program PELITA Sulbar merupakan bagian dari upaya gotong royong untuk mendukung pengentasan kemiskinan, khususnya melalui perluasan akses listrik bagi masyarakat yang belum memiliki sambungan listrik PLN sendiri.
Qamaruddin mengungkapkan, hingga saat ini masih terdapat sekitar 36.000 Kepala Keluarga (KK) di Sulawesi Barat yang belum memiliki sambungan listrik PLN sendiri. Di sisi lain, kemampuan anggaran pemerintah untuk membiayai program listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu masih terbatas.
Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan keterlibatan lebih luas dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha.
"Program PELITA Sulbar adalah program gotong royong. Kami mengajak seluruh perusahaan jasa penunjang tenaga listrik untuk berpartisipasi aktif, baik melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, maupun melalui dukungan teknis di lapangan. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang masih hidup dalam kegelapan," ujar Qamaruddin.
Ia menjelaskan, Dinas ESDM Sulbar bertindak sebagai koordinator program PELITA Sulbar, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi.
Dinas ESDM juga akan memfasilitasi koordinasi antara perusahaan, PLN, pemerintah kabupaten, dan masyarakat penerima manfaat. Pendampingan teknis dilakukan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran serta dapat dipertanggungjawabkan.
"Kami akan memfasilitasi koordinasi antara perusahaan, PLN, pemerintah kabupaten, dan masyarakat penerima manfaat. Secara teknis, kami akan mendampingi mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan PELITA Sulbar agar tepat sasaran dan akuntabel," tegasnya.
Dalam sesi diskusi, para direktur dan manajer perusahaan jasa penunjang tenaga listrik menyambut baik program tersebut. Sejumlah masukan disampaikan, mulai dari mekanisme pelaksanaan, pendataan calon penerima manfaat, hingga kebutuhan koordinasi teknis di lapangan.
Bahkan, beberapa perusahaan menyatakan kesiapan untuk mengambil bagian pada tahap awal pelaksanaan PELITA Sulbar.
Antusiasme tersebut mendapat apresiasi dari Bujaeramy Hassan. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Ia membutuhkan kerja bersama, karena pembangunan yang berarti adalah pembangunan yang menghadirkan manfaat secara nyata.
"Program PELITA Sulbar bukan sekadar program bantuan listrik. Ini adalah gerakan bersama untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat Sulawesi Barat yang hidup tanpa akses listrik. Kami mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat, untuk bergotong royong mewujudkan hal ini," ujar Bujaeramy.
Ia menegaskan, PELITA Sulbar merupakan bagian dari komitmen Dinas ESDM dalam mendukung Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai salah satu prioritas pembangunan.
Bagi Bujaeramy, listrik bukan sekadar cahaya yang menyala di rumah. Di balik sambungan listrik, terdapat peluang bagi anak-anak untuk belajar lebih baik, usaha kecil untuk tumbuh, dan roda perekonomian keluarga untuk bergerak.
“Akses listrik adalah fondasi dasar bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dengan listrik, anak-anak dapat belajar dengan baik, usaha kecil dapat berkembang, dan perekonomian daerah dapat bergerak lebih cepat. Program PELITA Sulbar adalah kontribusi nyata Dinas ESDM dalam mewujudkan visi tersebut," jelas Bujaeramy.
Dua agenda yang berlangsung hampir bersamaan itu memperlihatkan arah kerja Dinas ESDM Sulbar yang tidak berhenti pada urusan administratif. Di satu sisi, kapasitas aparatur terus dibangun agar birokrasi semakin profesional dan berintegritas. Di sisi lain, jejaring kolaborasi diperluas agar manfaat pembangunan dapat menjangkau masyarakat yang masih membutuhkan.
Bujaeramy menambahkan, Dinas ESDM Sulbar akan terus membuka ruang komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan PELITA Sulbar berjalan secara efektif.
Sosialisasi lanjutan akan dilakukan kepada perusahaan-perusahaan lain, termasuk yang bergerak di sektor pertambangan dan energi, sehingga keterlibatan dunia usaha dalam program tersebut dapat semakin luas.
"Kami akan melakukan sosialisasi lanjutan kepada perusahaan-perusahaan lain, termasuk yang bergerak di sektor pertambangan dan energi, agar partisipasi dalam program ini semakin luas. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin cepat pula target pengentasan kemiskinan di Sulawesi Barat dapat tercapai," pungkasnya.
Sosialisasi tersebut turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan jasa penunjang tenaga listrik yang beroperasi di Sulawesi Barat, serta para pejabat fungsional dan pelaksana di lingkungan Bidang Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sulbar.
Pada akhirnya, membangun daerah bukan hanya tentang seberapa banyak program yang dilahirkan, tetapi seberapa jauh program itu mampu menyentuh kehidupan warganya. Bagi Dinas ESDM Sulbar, upaya itu dimulai dari aparatur yang terus belajar, kemudian bergerak keluar melalui kolaborasi untuk menghadirkan terang bagi mereka yang masih menunggu.
Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus mendukung program-program strategis Gubernur Sulawesi Barat dalam rangka pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan daerah yakni Sulbar Maju dan Sejahtera (*/Rigo Pramana)

