Disbun Sulbar Perkuat Sinergi, Percepat Pengembangan Kawasan Kopi dan Kakao
Mamuju, TOKATA.id - Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat mempercepat persiapan pengembangan kawasan perkebunan komoditas kopi dan kakao melalui pematangan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) Tahun 2026.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Percepatan CPCL Kegiatan Pengembangan Kawasan Perkebunan yang digelar secara daring oleh Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Selasa, 8 September 2026.
Rapat diikuti dari ruang rapat Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat dan dihadiri Kepala Dinas Perkebunan Sulbar Muh. Faizal Thamrin, Sekretaris Dinas Perkebunan Andi Sitti Kamalia, para kepala bidang, serta pejabat fungsional di lingkup Dinas Perkebunan.
Koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat pelaksanaan program pengembangan kawasan perkebunan, khususnya untuk komoditas kopi dan kakao. Fokus pembahasan diarahkan pada kesiapan calon petani dan calon lokasi guna memastikan program berjalan tepat sasaran, efektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar setiap tahapan program dapat bergerak lebih cepat dan terukur.
“Percepatan CPCL menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan program pengembangan kawasan kopi dan kakao dapat berjalan tepat sasaran. Karena itu, diperlukan koordinasi yang kuat antara seluruh pihak agar proses persiapan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Faizal.
Menurutnya, kopi dan kakao merupakan dua komoditas perkebunan yang memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan di Sulawesi Barat. Potensi tersebut perlu dikelola melalui pengembangan kawasan yang tidak sekadar mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap kesejahteraan petani.
Penguatan kawasan perkebunan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya nilai tambah komoditas secara berkelanjutan. Dengan demikian, denyut ekonomi perkebunan tidak berhenti di lahan, tetapi dapat mengalir hingga ke kehidupan petani dan masyarakat di sekitarnya.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan sektor-sektor unggulan daerah, terutama yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani.
Melalui rapat koordinasi ini, Dinas Perkebunan Sulawesi Barat menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan pengembangan kawasan kopi dan kakao Tahun 2026. Proses CPCL pun diarahkan agar berlangsung tertib, transparan, dan selaras dengan kebutuhan pengembangan perkebunan di daerah.
Pada akhirnya, percepatan CPCL bukan sekadar tahapan administratif, melainkan pijakan awal untuk memastikan program benar-benar hadir di tengah petani dan mampu menguatkan masa depan komoditas perkebunan Sulawesi Barat. (*/Rigo Pramana)
