BREAKING NEWS

Menempa Pemimpin dari Tubuh Birokrasi, BPKAD Sulbar Ikutkan Pejabat dalam PKA 2026

 

Mamuju, TOKATA.id – Kepemimpinan dalam birokrasi bukan semata perkara jabatan, melainkan kemampuan menggerakkan organisasi, merawat integritas, dan menghadirkan pelayanan yang bermakna bagi masyarakat. Semangat itulah yang mengemuka dalam Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2026 yang dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, di Ruang Theater Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Sulawesi Barat tersebut dibuka langsung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, didampingi Kepala BKPSDM Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail.

PKA menjadi salah satu ikhtiar pemerintah daerah dalam meningkatkan kompetensi, kapasitas, dan kualitas sumber daya aparatur. Langkah tersebut sejalan dengan misi ketiga Gubernur Sulawesi Barat, yakni membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Di tengah tuntutan birokrasi yang terus berkembang, aparatur tidak cukup hanya menguasai aspek teknis. Mereka juga dituntut memiliki kepemimpinan yang kuat, integritas, kemampuan berkolaborasi, serta keberanian menerjemahkan tugas pemerintahan menjadi pelayanan publik yang efektif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pada PKA Angkatan I Tahun 2026, BPKAD Provinsi Sulawesi Barat mengirimkan satu pejabat administrator, yakni Kepala Bidang Perbendaharaan dan Akuntansi, Syaharuddin, untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari komitmen BPKAD Sulawesi Barat dalam memperkuat kapasitas aparatur, khususnya pejabat administrator yang berada di garis strategis organisasi. Posisi tersebut menuntut kemampuan menggerakkan sumber daya, mengelola pekerjaan, membangun koordinasi, sekaligus memastikan roda pemerintahan berjalan efektif dan profesional.

Kepala BPKAD Provinsi Sulawesi Barat, Mohammad Ali Chandra, mengatakan pengembangan kompetensi aparatur merupakan investasi penting dalam membangun sumber daya manusia pemerintahan yang unggul dan berkarakter.

Menurutnya, pejabat administrator tidak hanya dituntut memiliki kecakapan teknis dan manajerial, tetapi juga harus mampu berdiri di atas fondasi integritas, tanggung jawab, kolaborasi, dan komitmen terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Kami sangat mendukung keikutsertaan aparatur BPKAD dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator ini. Kami berharap ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga semakin memperkuat kinerja organisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ali Chandra.

Ia menambahkan, penguatan kapasitas aparatur menjadi semakin penting karena BPKAD memiliki tugas strategis dalam pengelolaan keuangan dan aset daerah. Tugas tersebut, kata dia, membutuhkan aparatur yang tidak hanya cakap, tetapi juga memiliki integritas dan profesionalisme yang kokoh.

“Di BPKAD, penguatan kapasitas aparatur sangat penting karena tugas yang kita jalankan berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan aset daerah yang harus dilaksanakan secara profesional, transparan, efektif, dan akuntabel. Karena itu, kami terus mendorong aparatur untuk meningkatkan kompetensinya,” tambahnya.

Ali Chandra berharap keikutsertaan Syaharuddin dalam PKA Angkatan I Tahun 2026 tidak berhenti sebagai proses pembelajaran di ruang pelatihan. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat dibawa kembali ke lingkungan kerja untuk memperkuat kualitas kepemimpinan sekaligus mendorong peningkatan kinerja organisasi.

“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta dapat membawa pengetahuan dan pengalaman baru untuk diterapkan di lingkungan kerja, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Pada akhirnya, pelatihan kepemimpinan bukan sekadar agenda peningkatan kompetensi, melainkan proses panjang untuk menumbuhkan aparatur yang mampu memimpin dengan pengetahuan, bekerja dengan integritas, dan melayani dengan kesungguhan.

Melalui PKA Angkatan I Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus menanamkan fondasi bagi lahirnya aparatur yang profesional, berintegritas, berkarakter, dan memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat. Ikhtiar tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan misi ketiga Gubernur Sulawesi Barat: membangun SDM yang unggul dan berkarakter, sembari memperkokoh kualitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Sulawesi Barat.

(*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar