Lepas Kontingen, Junda Maulana: Jangan Minder, Keluarkan Kemampuan Terbaik di O2SN Nasional
Mamuju, TOKATA.id - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, melepas Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sulbar yang akan berlaga di tingkat nasional, Minggu, 16 Agustus 2026.
Saat melepas kontingen, Junda meminta para pelajar yang terpilih mewakili Sulbar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Menurutnya, keberadaan mereka dalam kontingen merupakan hasil dari proses seleksi dan latihan yang harus dijawab dengan penampilan terbaik.
“Dari sekian banyak atlet dan pelajar yang ikut seleksi, kalianlah yang terpilih. Setiap peluang dan kesempatan yang datang harus kita manfaatkan sebesar-besarnya,” ujar Junda.
Junda juga meminta para atlet tidak minder ketika berhadapan dengan peserta dari provinsi lain. Ia menegaskan, asal daerah bukan ukuran utama dalam menentukan prestasi.
“Jangan minder. Persoalan atlet itu bukan dari daerah mana, tetapi kemampuan dan bagaimana kita tekun dalam berlatih,” katanya.
Menurut Junda, target meraih juara tetap penting sebagai pemacu semangat. Namun, target tersebut tidak boleh berubah menjadi beban yang justru mengganggu konsentrasi atlet saat bertanding.
“Target juara tetap harus kita punya. Tetapi jangan menjadikan target itu sesuatu yang membebani. Yang penting, keluarkan kemampuan terbaik,” tegasnya.
Selain prestasi, Junda menekankan pentingnya sportivitas. Ia meminta seluruh atlet menjunjung tinggi prinsip fair play dan tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan.
“Jangan berharap ingin juara kemudian menggunakan jalan-jalan yang tidak fair. Kita ini atlet yang harus mengedepankan fair play,” ujarnya.
Junda juga berpesan agar para atlet tidak menyisakan penyesalan setelah pertandingan. Selama seluruh kemampuan telah dikerahkan secara maksimal, hasil akhir harus diterima dengan lapang dada.
Ia mengibaratkan kemampuan seorang atlet seperti angka 10. Jika kemampuan yang dimiliki adalah 10, maka seluruhnya harus dikeluarkan di arena pertandingan.
“Kalau sudah punya 10 dan kamu keluarkan 10 kemudian tidak juara, pasti tidak menyesal. Ya sudah, itu kemampuan saya,” tuturnya.
Kerja keras, kata Junda, juga harus disertai doa. Ia mengingatkan para atlet bahwa hasil akhir merupakan bagian dari kehendak Tuhan setelah seluruh ikhtiar dilakukan.
“Sudah berusaha, berdoa. Semua itu atas izin Allah SWT. Jadi, berusaha dan berdoa,” katanya.
Sebagai duta Sulbar, para atlet juga diminta menjaga nama baik daerah. Sikap sopan, santun, ramah, dan perilaku yang baik harus ditunjukkan selama mengikuti kompetisi di tingkat nasional.
Kepada pelatih, orang tua, guru, dan pendamping, Junda meminta pengawasan terhadap atlet diperketat, terutama bagi peserta yang masih berusia anak-anak. Ia mengingatkan agar mereka tidak bepergian sendiri selama berada di Jakarta.
“Kalau mau keluar, minta ditemani. Jangan keluar sendiri. Pendamping, orang tua, dan guru tolong menjaga anak-anak kita,” pesannya.
Aspek kesehatan juga menjadi perhatian. Junda meminta kebutuhan makanan bergizi dan waktu istirahat atlet dipastikan agar kondisi fisik tetap prima dan mereka mampu tampil optimal di arena pertandingan.
“Jaga kesehatan. Makanan yang baik dan istirahat yang cukup akan membuat kondisi tetap stabil. Selamat mewakili dan menjadi duta Provinsi Sulbar. Manfaatkan peluang ini dan keluarkan kemampuan terbaik,” tutupnya. (*/Rigo Pramana)
