BREAKING NEWS

DKPPKB Sulbar Perkuat Kapasitas Bidan Desa, Kelas Ibu Balita Jadi Ujung Tombak Cegah Stunting

 


Polewali Mandar, TOKATA.id - Upaya menekan angka stunting dan memperkuat kualitas kesehatan anak terus digelorakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat. Salah satunya melalui penguatan kapasitas bidan desa sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Orientasi Pelaksanaan Kelas Ibu Balita yang digelar di Puskesmas Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Jumat (28/08/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, didampingi Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas (Kesprimkom) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

Sebanyak 20 bidan desa dari tiga puskesmas, yakni Puskesmas Polewali, Puskesmas Pekkabata, dan Puskesmas Masenga, mengikuti orientasi tersebut. Mereka menjadi peserta sekaligus sasaran penguatan kapasitas agar pelaksanaan Kelas Ibu Balita di tingkat desa dapat berjalan lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.

Orientasi difokuskan pada pembahasan dan pendalaman Petunjuk Teknis (Juknis) Pelaksanaan Kelas Ibu Balita. Para bidan desa dibekali pemahaman mengenai tata kelola kelas, metode penyampaian materi edukasi yang interaktif, hingga mekanisme monitoring dan evaluasi pelaksanaan.

Di tingkat akar rumput, Kelas Ibu Balita bukan sekadar ruang penyampaian informasi. Ia menjadi ruang belajar bersama—tempat para ibu memperoleh pengetahuan tentang tumbuh kembang, kesehatan, dan kebutuhan anak sejak usia dini. Karena itu, kualitas pelaksana menjadi salah satu kunci agar pesan-pesan kesehatan tidak berhenti sebagai teori, tetapi benar-benar hadir dalam keseharian keluarga.

Dalam arahannya, Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa penguatan kapasitas bidan desa merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi "Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera" yang diusung Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.

Menurutnya, sektor kesehatan masyarakat, termasuk percepatan penanganan stunting, merupakan bagian penting dari prioritas pembangunan daerah.

"Bidan desa adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui Kelas Ibu Balita yang terstruktur dan sesuai juknis terbaru, kita ingin memastikan para bidan mampu memfasilitasi ruang belajar yang edukatif dan interaktif bagi para ibu. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi Sulbar yang sehat, cerdas, dan bebas stunting, sejalan dengan visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang diusung oleh Bapak Gubernur Suhardi Duka," tegas dr. Nursyamsi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Kesprimkom Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar menilai pemahaman yang utuh terhadap juknis menjadi hal krusial dalam pelaksanaan Kelas Ibu Balita.

Pemahaman tersebut diperlukan agar standar pelayanan di setiap wilayah dapat diterapkan secara seragam, tetap mengedepankan mutu, serta mampu berjalan secara berkelanjutan.

Melalui orientasi ini, para bidan desa dari Puskesmas Polewali, Puskesmas Pekkabata, dan Puskesmas Masenga menyatakan kesiapan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lapangan. Kelas Ibu Balita diharapkan dapat dilaksanakan dengan sistem yang lebih terstruktur dan terukur, sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar bersama menjaga tumbuh kembang anak-anak di Polewali Mandar.

Sebab, pencegahan stunting pada akhirnya bukan hanya tentang angka yang harus diturunkan, melainkan tentang masa depan anak-anak yang harus dijaga sejak awal kehidupan. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar