BREAKING NEWS

DKPPKB Sulbar Dampingi Visitasi Pengampuan Jejaring Pelayanan Stroke di Mamuju

 

Mamuju, TOKATA.id — Penguatan pelayanan stroke di Sulawesi Barat terus digenjot melalui kolaborasi lintas institusi. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melalui Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Lanjutan, Farmasi, Alat Kesehatan dan SDMK bersama Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Lanjutan mengikuti pendampingan Visitasi dan Advokasi Pengampuan Rumah Sakit Jejaring Pelayanan Stroke di RSUD Provinsi Sulawesi Barat dan RSUD Kabupaten Mamuju.

Kegiatan yang berlangsung sejak Kamis, 13 Agustus 2026 hingga Sabtu, 15 Agustus 2026 itu dilaksanakan Tim Pengampu Pelayanan Stroke untuk KJSU KIA dari RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo selaku pengampu regional.

Visitasi dan advokasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan stroke di rumah sakit. Kehadiran DKPPKB Sulbar merupakan bentuk pendampingan pemerintah daerah dalam menopang penguatan layanan kesehatan rujukan, khususnya agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin cepat, tepat, terintegrasi, dan bermutu.

Visitasi diawali di RSUD Provinsi Sulawesi Barat pada Kamis, 13 Agustus 2026, kemudian berlanjut di RSUD Kabupaten Mamuju pada Jumat, 14 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan meliputi penerimaan tim pengampu, pemaparan profil layanan rumah sakit, visitasi dan telusur layanan, pemaparan hasil telusur, diskusi, hingga penyusunan rencana tindak lanjut.

Dalam proses tersebut, tim pengampu menelusuri sejumlah unit yang berkaitan dengan pelayanan stroke. Di RSUD Provinsi Sulawesi Barat, penelusuran mencakup IGD (code stroke), poliklinik, ruang rawat inap, radiologi, laboratorium patologi klinik, ruang Cathlab, radioterapi, kamar operasi, serta sejumlah ruang penunjang lainnya.

Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, mengatakan keikutsertaan pihaknya dalam pendampingan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan layanan KJSU KIA di Sulawesi Barat.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan agenda peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta visi Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, yakni mewujudkan Sulawesi Barat yang maju dan sejahtera.

“Kami mengikuti pendampingan ini untuk mendukung proses penguatan dan pengembangan layanan di rumah sakit. Melalui visitasi dan telusur bersama tim pengampu, kita dapat melihat kesiapan pelayanan sekaligus memperoleh masukan mengenai aspek-aspek yang masih perlu diperkuat,” ujar dr. Nursyamsi.

Ia menambahkan, hasil visitasi dan pendampingan diharapkan tidak berhenti sebagai catatan evaluasi, tetapi menjadi pijakan bagi rumah sakit untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan.

“Kami berharap hasil visitasi dan diskusi ini dapat ditindaklanjuti oleh rumah sakit sesuai rekomendasi yang dihasilkan oleh tim visitasi. Penguatan layanan stroke dalam mendukung pengampuan KJSU KIA membutuhkan komitmen bersama agar masyarakat di Sulawesi Barat dapat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, terintegrasi, dan bermutu,” katanya.

Ia menegaskan, penguatan jejaring pelayanan kesehatan merupakan bagian penting dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.

Dengan demikian, visitasi bukan sekadar kegiatan menelusuri kesiapan fasilitas dan layanan, melainkan menjadi ruang untuk menyamakan langkah, membaca celah yang masih terbuka, serta merajut komitmen bersama agar pelayanan stroke di Sulawesi Barat semakin tangguh dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

(*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar