BREAKING NEWS

Sulbar Belajar dari Jakarta, Perkuat Sistem Pangan untuk Kendalikan Inflasi



Jakarta, TOKATA.id – Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Barat melakukan sharing discussion dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Biro Perekonomian dan Keuangan serta Perumda Pasar Jaya Unit Kramat Jati, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat strategi pengendalian inflasi, khususnya di sektor pangan, melalui pengembangan sistem informasi, penguatan distribusi, dan sinergi lintas sektor.

Langkah tersebut sejalan dengan implementasi Panca Daya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, terutama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang inovatif, meningkatkan ketahanan pangan, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah. Kolaborasi antara pemerintah, BUMD, dan seluruh pemangku kepentingan dipandang sebagai fondasi penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki, bersama jajaran mengikuti seluruh rangkaian diskusi yang mengulas berbagai strategi pengendalian inflasi yang telah diterapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pembahasan berfokus pada pendekatan 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Rombongan juga memperoleh pemaparan mengenai implementasi Info Pangan Jakarta (IPJ) dan Sistem Informasi Pangan Jakarta sebagai instrumen pemantauan harga, stok, serta distribusi pangan secara real time. Sistem tersebut dinilai mampu mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan akurat dalam menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin ketersediaan pangan.

Dalam pertemuan itu, Biro Perekonomian dan Keuangan Pemprov DKI Jakarta turut menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, pemanfaatan data digital, serta pengembangan kerja sama antardaerah untuk menjamin pasokan komoditas strategis dan mengantisipasi gejolak harga.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Perumda Pasar Jaya Unit Kramat Jati. Di pasar induk tersebut, rombongan mempelajari secara langsung tata kelola pasokan, sistem logistik, hingga mekanisme pemantauan harga yang terintegrasi sebagai referensi untuk memperkuat sistem distribusi pangan di Sulawesi Barat.

Kepala Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki, mengatakan hasil sharing discussion tersebut menjadi bekal penting dalam membangun sistem informasi pangan yang semakin terintegrasi dan berbasis data.

"Sulawesi Barat memiliki potensi besar untuk membangun sistem informasi pangan yang semakin baik. Dengan data harga, stok, dan distribusi yang akurat serta diperbarui secara berkala, pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih cepat dan tepat dalam menjaga stabilitas pasokan maupun harga pangan. Sinergi TPID bersama seluruh pemangku kepentingan juga harus terus diperkuat agar pengendalian inflasi berjalan lebih efektif," ujar Suyuti.

Menurutnya, hasil kunjungan itu akan segera ditindaklanjuti melalui penguatan digitalisasi informasi pangan, peningkatan pemantauan komoditas strategis di seluruh kabupaten, serta pengembangan kerja sama distribusi pangan antarwilayah sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi gejolak harga.

Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat bersama TPID berharap dapat melahirkan inovasi pengendalian inflasi yang selaras dengan karakteristik daerah. Sebab, di balik stabilitas harga yang terjaga, tersimpan harapan akan ketahanan pangan yang semakin kokoh dan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Barat yang tumbuh secara berkelanjutan. (*/Rigo Pramana) 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar