BREAKING NEWS

RSUD Sulbar dan Kemenag Mamuju Bersinergi Hadirkan Pelayanan Kesehatan yang Humanis dan Bermartabat

 


Mamuju, TOKATA.id – RSUD Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan yang paripurna. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mamuju yang berlangsung di Ruang Rapat Perencanaan dan Pengembangan RSUD Provinsi Sulawesi Barat, Rabu, 22 Juli 2026.

Penandatanganan kerja sama dibuka Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, serta dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mamuju, Ramli L., bersama jajaran kedua institusi.

Kolaborasi ini selaras dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui program Panca Daya, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter sebagaimana diusung Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka. Sinergi antara sektor kesehatan dan keagamaan diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia, tidak hanya dari sisi kompetensi profesional, tetapi juga melalui penguatan nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan spiritualitas dalam pelayanan kepada masyarakat.

Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak berhenti pada aspek medis, tetapi juga menjangkau kebutuhan spiritual pasien beserta keluarganya.

"Rumah sakit tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga harus mampu menghadirkan pelayanan yang humanis dan bermartabat. Melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Mamuju ini, kami berharap pelayanan pendampingan spiritual kepada pasien dapat semakin optimal sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang utuh, mulai dari aspek fisik, psikologis, sosial hingga spiritual," ujar dr. Musadri.

Ia menegaskan, implementasi kerja sama itu perlu segera diwujudkan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Laksana Penanganan Jenazah yang mengacu pada ketentuan agama dan standar pelayanan rumah sakit. Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dalam penanganan jenazah merupakan bagian penting dari pelayanan profesional yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Selain itu, tenaga kesehatan juga diharapkan memperoleh pembekalan mengenai pendampingan pasien dalam kondisi sakaratul maut. Pembekalan tersebut dinilai penting agar tenaga kesehatan mampu memberikan dukungan emosional dan spiritual, membangun komunikasi yang empatik dengan pasien dan keluarga, serta berkolaborasi dengan petugas rohani sehingga pasien memperoleh pendampingan yang layak dan bermartabat pada penghujung kehidupannya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mamuju, Ramli L., menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara kedua lembaga akan memperkuat pelayanan keagamaan di lingkungan rumah sakit melalui pendampingan rohani, edukasi, serta pembinaan bagi tenaga kesehatan agar pelayanan yang diberikan tetap selaras dengan nilai-nilai agama.

Melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini, RSUD Provinsi Sulawesi Barat kembali menegaskan komitmennya membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sinergi ini diharapkan menjadi ikhtiar nyata dalam mewujudkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas, utuh, dan bermartabat. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar