Mamuju Jadi Tuan Rumah Liga Wilayah 3, PB PSTI Harap Lahirkan Atlet Nasional
Mamuju, TOKATA.id — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI), Nukhrawi Nawir, menjelaskan Provinsi Sulawesi Barat dipilih menjadi tuan rumah Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah 3 Regional Sulawesi karena rekam jejaknya dalam melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional.
Pernyataan itu disampaikan Nukhrawi saat membuka Liga Sepak Takraw Indonesia Wilayah 3 di Mamuju, Senin (6/7/2026). Menurutnya, keputusan memilih Mamuju tidak lepas dari kontribusi historis wilayah yang kini berstatus provinsi tersebut terhadap perkembangan sepak takraw nasional.
"Ketika Sulbar masih bergabung dengan Sulawesi Selatan, banyak pemain nasional berasal dari wilayah yang kini menjadi Provinsi Sulbar. Itu menjadi salah satu pertimbangan kami," kata Nukhrawi.
Selain faktor sejarah, penunjukan Mamuju sebagai tuan rumah mengikuti usulan Ketua PSTI Sulbar, Syamsuddin Hatta. Usulan tersebut kemudian dibahas dan disetujui jajaran pimpinan PB PSTI sebagai bagian dari upaya mengembalikan kejayaan sepak takraw di Sulbar.
"Kami ingin melihat Sulbar berkembang lebih maju. Daerah ini memiliki sejarah besar dalam sepak takraw dan kami berharap prestasi itu bisa kembali terulang," ujarnya.
Nukhrawi menjelaskan bahwa Liga Sepak Takraw Indonesia bertujuan memberi ruang seluas-luasnya bagi atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan. Dari kompetisi regional ini, para juara dan atlet terbaik akan dipilih untuk berlaga di Liga Sepak Takraw Indonesia tingkat nasional yang direncanakan berlangsung di Jakarta pada Oktober atau November 2026.
"Juara dan atlet terbaik dari regional akan mengikuti putaran nasional. Dari sana kami akan melihat potensi yang layak dibina lebih lanjut," jelas Nukhrawi.
Ia menambahkan harapan bahwa kompetisi berjenjang itu menjadi wadah pembinaan sekaligus mekanisme efektif bagi PB PSTI untuk menjaring talenta dari seluruh Indonesia. Atlet yang menunjukkan performa unggul diharapkan disiapkan untuk memperkuat tim nasional pada kejuaraan internasional.
"Kami ingin dari daerah lahir atlet-atlet terbaik yang kelak dapat mengangkat nama Indonesia di pentas internasional," tutup Nukhrawi. (Rigo Pramana)
