BREAKING NEWS

DKPPKB Sulbar Perkuat Kolaborasi Antarsektor untuk Eliminasi TB, HIV, dan Malaria

 


Mamuju, TOKATA.id — Upaya mempercepat pencapaian target eliminasi Tuberkulosis, pengendalian HIV/AIDS, dan eliminasi Malaria di Sulawesi Barat mendapat dorongan baru. Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat bersama Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) dan Bapperida menggelar Workshop Evaluasi dan Penjabaran Petunjuk Teknis Integrasi AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) serta Kebijakan Nasional Terkait ATM. Kegiatan berlangsung di Mamuju pada 23–25 Juli 2026.

Workshop di Hotel Matos dan Hotel Maleo Town Square Mamuju tersebut menjadi wadah menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan kebijakan nasional terkait integrasi program ATM pada tingkat daerah. Hadir dalam forum, unsur pemerintah provinsi, perwakilan pemerintah kabupaten, fasilitas pelayanan kesehatan, mitra pembangunan, serta unsur pengelolaan keuangan daerah.

Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menegaskan bahwa integrasi program ATM mesti dijalankan secara terpadu. "Integrasi program AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria tidak dapat berjalan sendiri‑sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, mitra pembangunan, dan seluruh pemangku kepentingan agar layanan semakin efektif, efisien, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Sinergi bersama RSSH Adinkes ini menjadi langkah nyata memperkuat sistem kesehatan daerah," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa transformasi sistem kesehatan menempatkan pelayanan primer sebagai ujung tombak pencegahan, deteksi dini, pengobatan, dan pendampingan masyarakat. Penguatan integrasi program ATM sejalan pula dengan Panca Daya ke-3 Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat — membangun sumber daya manusia unggul melalui layanan kesehatan berkualitas dan merata — demi mewujudkan visi "Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera".

Peran pengelolaan keuangan

Sisi penganggaran dan tata kelola keuangan daerah mendapat sorotan khusus dalam workshop. Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sulawesi Barat, Faika Kadriana Ishak, tampil sebagai narasumber pada sesi yang digelar Jumat, 24 Juli 2026. Turut hadir Staf Teknis Bidang Anggaran dan Bina Kabupaten, Elvy Suhartaty Amir.

Faika memaparkan peran strategis BPKAD sebagai koordinator pengelolaan keuangan daerah: dari penyusunan KUA-PPAS, fasilitasi penetapan APBD, pengendalian dan penatausahaan anggaran, hingga pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan. Ia mendorong agar setiap perangkat daerah merancang perencanaan dan penganggaran terintegrasi, berbasis kebutuhan, serta mengacu pada ketentuan regulasi, sehingga program prioritas kesehatan, termasuk ATM, dapat terakomodasi secara efektif dan akuntabel.

"Kami mendorong agar setiap perangkat daerah menyusun perencanaan dan penganggaran secara terintegrasi, berbasis kebutuhan serta mengacu pada ketentuan peraturan perundang‑undangan. Dengan demikian, program prioritas di bidang kesehatan dapat terlaksana secara efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Faika.

Kepala BPKAD, Mohammad Ali Chandra, menyambut baik keterlibatan BPKAD dalam forum tersebut. Menurutnya, sinergi antara BPKAD, Bapperida, Dinas Kesehatan, dan perangkat daerah lain menjadi kunci memastikan pembiayaan tepat sasaran untuk program prioritas.

Arah implementasi dan harapan

Penyelenggara berharap workshop ini membangun komitmen bersama seluruh kabupaten untuk mengimplementasikan petunjuk teknis integrasi ATM secara konsisten. Dengan penguatan koordinasi lintas sektor—mulai dari kebijakan, perencanaan, hingga penganggaran—program ATM diharapkan berjalan lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan hingga ke tingkat pelayanan primer.

Jejak‑jejak kerja kolektif itu, seperti benang merah yang ditarik halus, diharapkan menenun sistem kesehatan daerah yang lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus mempercepat langkah Sulawesi Barat menuju target kesehatan nasional yang lebih ambisius. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar