BREAKING NEWS

DKPPKB-BBPK Makassar Latih Tenaga Puskesmas, Bapperida Dampingi Inovasi Daerah


 

Mamuju, TOKATA.id — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat memperkuat upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) dan pengembangan inovasi pelayanan publik melalui dua kegiatan terintegrasi pada pertengahan Juli 2026.

Pertama, DKPPKB bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar menyelenggarakan Pelatihan Tuberkulosis bagi sumber daya manusia kesehatan (SDMK) Puskesmas. Pelatihan berlangsung dengan metode blended learning — kombinasi daring dan tatap muka — pada 12–24 Juli 2026. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam deteksi dini, tata laksana kasus, investigasi kontak, terapi pencegahan TBC (TPT), pengendalian infeksi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, yang turut menyampaikan materi kebijakan program TBC, menegaskan bahwa eliminasi TBC membutuhkan komitmen multi-pihak, tidak hanya sektor kesehatan. Ia mengingatkan pentingnya sinergi dengan mitra pembangunan, organisasi masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan pemerintah daerah sampai tingkat desa.

"Penanggulangan TBC merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi lintas sektor dan kemitraan menjadi kunci utama dalam mempercepat pencapaian target eliminasi TBC," kata dr. Nursyamsi.

Pelatihan ini juga menekankan penguatan manajemen program, peningkatan akses layanan bermutu, dan pemanfaatan inovasi. Salah satu inovasi yang tengah digencarkan adalah Garatta TBC (Gerakan Terpadu Tuntaskan Tuberkulosis), sebuah pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan sektor swasta untuk menemukan kasus secara aktif, meningkatkan kepatuhan pengobatan, serta mengurangi stigma terhadap penyandang TBC. DKPPKB menargetkan Garatta TBC membantu percepatan pencapaian indikator program dan mendukung target nasional eliminasi TBC pada 2030.

Kedua, DKPPKB Sulbar melakukan pertemuan dengan Tim Pendamping Inovasi Daerah Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat untuk mematangkan dokumen dan strategi inovasi daerah. Pertemuan berlangsung di kantor DKPPKB, Selasa 14 Juli 2026, dan dihadiri Plt. Kasubag Keuangan dan Aset DKPPKB, Rendi Rivaldi, serta perwakilan teknis dan Tim Pendamping Bapperida, Sholihin.

Fokus pembahasan meliputi penyempurnaan substansi inovasi, pemenuhan indikator penilaian nasional, kebaruan, keberlanjutan program, dampak terhadap masyarakat, dan dokumentasi implementasi yang menjadi komponen penting dalam penilaian Indeks Inovasi Daerah. Langkah ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, agar perangkat daerah menghadirkan inovasi yang meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

dr. Nursyamsi menegaskan bahwa pengembangan inovasi bukan sekadar memenuhi indikator penilaian, melainkan memberikan solusi terhadap tantangan pembangunan kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana di Sulawesi Barat. Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan adalah investasi penting untuk menghadirkan pelayanan profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Melalui rangkaian pelatihan dan pendampingan inovasi ini, DKPPKB berharap peserta dapat menerapkan ilmu dan keterampilan di wilayah kerja masing‑masing sehingga kualitas layanan TBC di Puskesmas meningkat, implementasi Garatta TBC menguat, dan target eliminasi TBC Provinsi Sulawesi Barat pada 2030 dapat tercapai secara berkelanjutan. (*/Rigo Pramana)


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar