Dari Pengawasan Arsip hingga Agenda Nasional, Peran Aktif Badan Penghubung Sulbar di Forum Penghubung
Jakarta, TOKATA.id – Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat pada Selasa, 14 Juli 2026, dalam rangka pengawasan kearsipan. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan kearsipan di perangkat daerah, untuk memastikan pengelolaan arsip sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Tim pengawas meninjau seluruh aspek tata kelola kearsipan: penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penyusutan arsip. Selain evaluasi dokumen pendukung, pengawas memberikan rekomendasi serta pembinaan terkait penerapan sistem kearsipan yang baik agar setiap dokumen yang dihasilkan perangkat daerah dikelola tertib, aman, dan mudah diakses sebagai bagian dari akuntabilitas pemerintahan. Perwakilan Dinas Perpusip, Dian, menyampaikan temuan dan rekomendasi untuk penyempurnaan pengelolaan arsip di lingkungan Badan Penghubung.
Dalam paparan yang disampaikan, Badan Penghubung memaparkan praktik pengelolaan arsip yang sudah berjalan, termasuk sistem administrasi dan penyimpanan dokumen serta upaya peningkatan kualitas pengelolaan sesuai standar kearsipan nasional. Kepala Badan Penghubung yang diwakili Pengelola Data dan Informasi, Nyimas, menyambut baik pengawasan tersebut dan menegaskan kegiatan ini menjadi momentum memperkuat tata kelola administrasi serta meningkatkan kesadaran aparatur terhadap pentingnya arsip sebagai sumber informasi, bahan pertanggungjawaban, dan memori kolektif penyelenggaraan pemerintahan.
Pengawasan kearsipan ini sejalan dengan misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, khususnya upaya membangun sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Penguatan kapasitas aparatur di bidang kearsipan diharapkan mendorong budaya kerja profesional, disiplin, dan bertanggung jawab, serta mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Badan Penghubung menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi hasil pengawasan dan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kearsipan melalui penerapan standar, pemenuhan rekomendasi, dan penguatan sistem administrasi.
Pada hari yang sama, perwakilan Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat juga menghadiri kegiatan Sinkronisasi Program dan Kegiatan Tahun 2026 bersama Badan Penghubung se-Indonesia yang diselenggarakan di Kantor Badan Penghubung Provinsi Sumatera Selatan. Forum ini menjadi ruang strategis memperkuat koordinasi, kolaborasi, dan penyelarasan program kerja antar-Badan Penghubung provinsi.
Pertemuan membahas sejumlah agenda strategis nasional yang melibatkan Badan Penghubung seluruh Indonesia. Fokus utama mencakup: Discover Nusantara (Agustus 2026, Hotel Borobudur Jakarta) sebagai ajang promosi potensi daerah dan budaya; CoCF (Color of Culture Festival) pada 16–18 Oktober 2026 di kawasan Kota Tua Jakarta, yang telah masuk Kalender Event Nasional; dan Indonesia Creative Exchange pada 20–21 Oktober 2026 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), yang akan melibatkan pelaku industri kreatif internasional serta mitra dari Pakistan untuk inisiasi kolaborasi seni dan budaya.
Forum juga menindaklanjuti pertemuan dengan manajemen TMII beberapa minggu sebelumnya, menegaskan peran Forum Komunikasi Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI) dalam membangun pola kerja sama Business to Business (B2B) untuk memperluas kolaborasi promosi daerah, ekonomi kreatif, dan penyelenggaraan event budaya. Ketua FORKAPPSI mengusulkan pertemuan rutin setiap bulan, termasuk coffee morning dan forum koordinasi lain, sebagai upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antaranggota.
Pembahasan lain mencakup tindak lanjut undangan kerja sama pendidikan dari mitra Malaysia — salah satu universitas menawarkan kolaborasi dan menyediakan penginapan, konsumsi, serta transportasi lokal selama kegiatan. Mengingat belum tersedianya anggaran perjalanan dinas luar negeri (PDLN), kunjungan direncanakan pada akhir pekan (Jumat–Minggu) agar tidak mengganggu tugas kedinasan.
Kepala Badan Penghubung Sulbar, Gemilang Sukma, aktif memberikan masukan dalam diskusi dan menegaskan komitmen mendukung program bersama. “Keikutsertaan Badan Penghubung Daerah Provinsi Sulawesi Barat dalam forum ini merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan sinergi antarpemerintah daerah sekaligus memperluas jejaring kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah,” ujar Gemilang.
Keseluruhan agenda—dari pengawasan kearsipan internal hingga partisipasi dalam sinkronisasi nasional—selaras dengan misi Gubernur Suhardi Duka untuk membangun SDM unggul dan berkarakter. Melalui peningkatan kapasitas aparatur, penguatan koordinasi lintas daerah, dan kolaborasi lintas sektor, Badan Penghubung Sulbar berharap meningkatkan kualitas pelayanan, mempromosikan potensi daerah, dan menguatkan kontribusi terhadap pembangunan Sulawesi Barat yang kompetitif dan berdaya saing. (*/Rigo Pramana)
