Gedung Taspen Mamuju Diresmikan, Pelayanan Pensiunan Ditingkatkan
Mamuju, TOKATA.id — Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) dan Direktur Utama PT Taspen (Persero) Rony Hanityo Aprianto meresmikan kembali Kantor PT Taspen Cabang Mamuju pada Rabu, 17 Juni 2026. Peresmian menandai dimulainya operasional gedung yang dipulihkan setelah rusak akibat gempa pada Januari 2021.
Dalam sambutannya, Gubernur Suhardi Duka mengapresiasi upaya Taspen yang membangun kantor baru berdesain representatif untuk melayani aparatur sipil negara dan pensiunan di Sulawesi Barat.
“Kami Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memberikan dukungan dan mengucapkan terima kasih kepada Dirut Taspen atas pembangunan gedung yang representatif ini. Memang peresmiannya sedikit terlambat — gempa terjadi pada 2021 dan baru diresmikan 2026 — tetapi hasilnya sangat baik,” kata SDK.
Ia menyampaikan kebanggaan atas desain gedung yang didominasi warna biru. “Warnanya juga saya suka. Ini warna saya, SDK sekali,” ujarnya disambut tawa tamu undangan.
Selain peresmian, Suhardi Duka memperkenalkan potensi Sulawesi Barat kepada jajaran direksi Taspen. Ia menekankan kualitas lingkungan Mamuju yang masih terjaga, dengan udara bersih berkat kebijakan pelestarian kawasan lindung dan perlindungan ekosistem terumbu karang di pesisir.
“Kalau ada yang merasa paru-parunya kurang bersih, datang saja ke Mamuju. Udara di sini masih sangat alami dan bersih,” ujar SDK. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah melakukan mitigasi lingkungan dengan menjaga kawasan lindung dan terumbu karang.
Gubernur juga memaparkan pendorong ekonomi daerah: sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang menyumbang sekitar 47 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Barat. Menurutnya, komoditas unggulan seperti kakao, kopi, dan minyak sawit mentah (CPO) mendapat manfaat ketika harga komoditas dunia naik.
“Harga kakao yang sebelumnya sekitar Rp60.000 per kilogram kini mendekati Rp80.000. Begitu juga sawit dan komoditas lain,” ujarnya, seraya menyinggung bahwa kenaikan nilai tukar dolar dapat menguntungkan komoditas ekspor daerah.
Menanggapi pandangan tentang kemiskinan di Sulawesi Barat, SDK menolak label tersebut secara jenaka. “Saya tidak bisa menerima kalau Sulbar disebut miskin. Sulbar ini kaya. Yang miskin itu pemerintahnya,” selorohnya.
Di akhir sambutan, Gubernur membuka peluang kerja sama lebih luas antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan PT Taspen. “Jika ada hal yang bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, kami siap memberikan dukungan. Terima kasih kepada Pak Dirut dan seluruh jajaran direksi yang telah hadir dan bersama-sama membangun pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Barat,” tutupnya.
Peresmian Kantor PT Taspen Cabang Mamuju diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta Taspen di Sulawesi Barat sekaligus menjadi simbol kebangkitan fasilitas pelayanan publik pascabencana gempa 2021. (*/Rigo Pramana)
