BREAKING NEWS

Demi Jalan dan Jembatan, Sulbar Percepat Pinjaman untuk Proyek 2026 ke SMI

 


Mamuju, TOKATA.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mempercepat proses pengajuan pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk menopang pembangunan infrastruktur yang mendesak di tengah tekanan fiskal daerah.

Rapat koordinasi itu dipimpin Sekretaris Daerah Sulbar, Junda Maulana, bersama tim PT SMI. Pertemuan merupakan tindak lanjut hasil survei lapangan tim SMI terhadap sejumlah proyek infrastruktur prioritas yang direncanakan oleh Pemprov Sulbar.

Junda mengatakan kebutuhan infrastruktur di Sulbar masih besar, sementara kemampuan fiskal tergerus setelah terjadi pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp330 miliar pada 2026. Oleh karena itu Pemprov mengajukan pinjaman sekitar Rp200 miliar, yang prosesnya sudah dimulai sejak November 2025 dan telah mendapat persetujuan bersama DPRD Sulbar.

"Dengan keterbatasan fiskal akibat pemotongan dana transfer, pinjaman ini penting untuk memastikan pembangunan dapat berjalan," ujar Junda.

Dalam peninjauan lapangan, tim PT SMI menemukan sejumlah kekurangan dokumen yang perlu segera dilengkapi, antara lain legalitas aset jalan, dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), status kawasan hutan, serta persyaratan administrasi dan keuangan lainnya. Junda meminta temuan itu segera dikonfirmasi dan diselesaikan.

"Selesaikan yang bisa dijawab segera; yang memerlukan dokumen disiapkan. Proses ini jangan berlarut — saya minta tuntas dalam satu minggu," katanya.

Junda juga meminta dukungan tim PT SMI untuk menyampaikan kondisi Sulbar ke tingkat pusat agar proses persetujuan dapat dipercepat. Dia memperingatkan bahwa keterlambatan akan mempersempit peluang pelaksanaan pekerjaan secara optimal.

Pemprov menargetkan pencairan pinjaman pada Juli 2026 agar proses tender bisa segera dilaksanakan. Menurut Junda, kepastian pendanaan harus ada sebelum membuka tender untuk menghindari risiko proyek tanpa anggaran.

"Jika dana sudah tersedia pada Juli, proses tender sekitar 40 hari bisa segera berjalan, dan pelaksanaan pekerjaan diperkirakan memerlukan tiga–empat bulan. Karena pembiayaan memakai anggaran tahun berjalan, kami menargetkan seluruh pekerjaan selesai tahun ini," tutup Junda. (*/Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar