Samsat Polewali Mandar Turun Lapangan, Kejar Realisasi PKB yang Tertinggal
Polewali, TOKATA.id — Realisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Polewali Mandar masih jauh di bawah target. Untuk mengejar ketertinggalan itu, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Pajak Daerah/SAMSAT Polewali Mandar melakukan validasi kendaraan dinas dan penagihan aktif ke lapangan.
Dipimpin Kepala UPTD Pelayanan Pajak Polewali Mandar, Syarifah Husni, tim Samsat menyisir sejumlah kelurahan di Kecamatan Polewali dan menyerahkan data kendaraan menunggak ke Desa Galung Tulu, Kecamatan Balanipa, pada Senin, 25 Mei 2026.
Langkah itu ditempuh menyusul capaian PKB Kabupaten Polewali Mandar pada triwulan II 2026 yang baru mencapai 26,97 persen, jauh dari target 45 persen. Kondisi ini memaksa petugas bergerak proaktif.
“Ini menjadi cambuk bagi kami. Kami tidak bisa menunggu wajib pajak datang ke kantor. Semua lini harus disentuh langsung,” kata Syarifah Husni.
Menurut Syarifah, rendahnya realisasi dipengaruhi beberapa faktor: kondisi ekonomi masyarakat, rendahnya kesadaran membayar, belum dilakukannya mutasi kendaraan, serta adanya tunggakan yang menumpuk bertahun-tahun.
Kegiatan lapangan ini juga merupakan bagian dukungan terhadap misi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yakni memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di provinsi itu.
Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Wahab Hasan Sulur, menegaskan seluruh jajaran Samsat harus bekerja lebih agresif di tengah tekanan target penerimaan daerah.
“Jika target ingin tercapai, seluruh jajaran harus turun ke lapangan, melakukan validasi data, dan aktif menagih kendaraan menunggak. Tidak ada lagi pola kerja menunggu,” ujar Abdul Wahab.
Ia menambahkan optimalisasi PKB merupakan tanggung jawab bersama karena sektor ini menjadi salah satu tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Barat. (*/FA)
