Lebaran Tanpa Jerat Digital, Kadis Kominfo Sulbar Ajak Masyarakat Cermat
Mamuju, TOKATA.id – Seperti hembusan angin pagi yang membawa aroma ketupat, suasana Lebaran sering kali disusupi arus informasi digital yang tak terduga. Atas arahan Gubernur Suhardi Duka, Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo SS) Sulawesi Barat menggeber imbauan: cermat dan bijak saat menyelami media sosial.
Kepala Diskominfo SS, Ridwan Djafar, menekankan, lonjakan komunikasi digital jelang Idulfitri rawan ditumbangi hoaks, penipuan, dan konten provokatif. "Jangan terpancing konten abu-abu yang mengguncang hati. Verifikasi dulu, agar Lebaran tetap jadi oase silaturahmi, bukan lautan keresahan," tegasnya.
Ridwan mengajak masyarakat menjaga etika digital sebagai benteng utama. Manfaatkan platform untuk sebarkan pesan kebaikan—resep opor, doa selamat, atau kisah berbagi—bukan berita palsu yang memecah belah. Literasi digital, baginya, adalah kunci memilah informasi deras, memahami esensinya, dan bertanggung jawab atas setiap unggahan.
"Bijak bermedia sosial adalah menjaga harmoni, terutama di momentum Lebaran yang sarat makna," pungkas Ridwan, mengingatkan hoaks kerap meluas jadi dampak sosial luas jika tak diantisipasi bersama. (*/Rigo Pramana)
