Sosial Media
0
News
    Home Gubernur Sulbar TPID

    Gubernur Suhardi Duka: Ekonomi Rakyat Jadi Benteng Stabilitas Harga Idulfitri

    7 min read



    Mamuju, TOKATA.id – Seperti sungai yang mengalir deras dari lereng pegunungan menuju muara kemakmuran, ekonomi Sulawesi Barat kini dirancang Gubernur Suhardi Duka melalui dua arus utama: memperkuat sektor unggulan pertanian, perkebunan, dan perikanan penyumbang 46 persen PDRB serta mengolahnya menjadi nilai tambah via industri dan UMKM.

    " Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka memimpin High Level Meeting TPID provinsi, Selasa (10/3/2026), mengajak enam kabupaten bersinergi jaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, sejalan dengan tren pertumbuhan ekonomi daerah yang melampaui nasional di 5,36 persen tahun lalu."

    High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tingkat provinsi, yang dipimpin langsung Suhardi Duka di Mamuju, Selasa (10/3/2026), menjadi panggung kolaborasi keenam kabupaten se-Sulbar. Bertema “Kolaborasi dan Sinergi TPID Sulbar Menjaga Stabilitas Harga pada Momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026”, pertemuan ini menekankan pengendalian inflasi sebagai benteng daya beli masyarakat.

    “Inflasi tinggi bisa meruntuhkan negara, melemahkan nilai tukar, dan memiskinkan rakyat—yang tadinya mampu beli 10 kini hanya lima,” tegas Suhardi Duka dalam sambutannya. 

    Ia menyoroti komoditas mentah seperti CPO, biji kakao, dan jagung yang selama ini diekspor tanpa pengolahan, kini didorong bertransformasi demi ekonomi rakyat. 

    “Kita tak hanya andalkan investasi besar UMKM harus jadi tulang punggung, meski pintu lebar terbuka bagi investor,” tambahnya.

    Data membuktikan kemajuan, Tahun 2024, pertumbuhan ekonomi Sulbar 4,7 persen, tertinggal dari nasional 5,3 persen bahkan jadi 'beban'. Kini, 2025 catat 5,36 persen, melebihi nasional 5,11 persen. 

    “Kita mulai kontribusi pada negeri,” ujar gubernur.

    Inflasi nasional, lanjutnya, adalah akumulasi daerah; karenanya, sinergi provinsi kabupaten krusial jelang Ramadan. Pemprov Sulbar optimis HLM ini perkuat koordinasi, pastikan pasokan dan harga stabil, agar bulan suci tak terganggu gejolak ekonomi. (*/Rigo Pramana)

    Komentar
    Additional JS