Sulbar Surplus Beras 69.780 Ton Ditengah Tingkat Sawah Kering Masih 54% Sebab Tanpa Irigasi
"Sulawesi Barat unggul dengan surplus beras 69.780 ton di 2025, jauh melebihi kebutuhan 149.323 ton, saat Gubernur Suhardi Duka (SDK) ikuti virtual Panen Raya Padi Nasional bareng Presiden Prabowo Subianto dari Kantor UPTD Dinas TPHP di Kalukku, Mamuju, Rabu (07/01). Pengumuman swasembada pangan nasional itu pusat di Karawang, tapi Sulbar kritis 54% lahan sawah 42.900 ha masih bergantung hujan, hambat produksi maksimal."
Mamuju, TOKATA.id – Di tengah gemuruh virtual dari Karawang, Jawa Barat, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menyaksikan Presiden Prabowo Subianto umumkan swasembada pangan nasional pada Panen Raya Padi, Rabu (07/01). Dari Kompleks Perkantoran UPTD Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulbar di Kelurahan Sinyonyoi, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, SDK tak hanya hadir ia menegaskan superioritas daerahnya.
Kegiatan nasional itu diikuti seluruh pemerintah daerah via daring. SDK menyebut pengumuman Prabowo sebagai "kebanggaan bangsa yang mencerminkan kekuatan kemandirian". "Ini power kuat negara yang swasembada pangan," tegasnya, menambahkan bahwa program ketahanan pangan presiden kini berbuah nyata, termasuk di Sulbar yang sudah lama surplus beras.
"Fakta bicara, Sulbar swasembada beras, surplus hampir 70 ribu ton untuk suplai ke Kalimantan, Palu, dan daerah lain. Pangan kita aman kokoh," ujarnya. SDK juga soroti prioritas Prabowo pada pangan-energi. "Program makan bergizi gratis anak sekolah potong beban keluarga langsung, kita rasakan manfaatnya," pujinya.
Namun, di balik euforia, Kepala Dinas TPHP Sulbar Hamdani Hamdi ungkap kenyataan lapangan. Lahan sawah provinsi capai 42.900 hektar, terluas di Polewali Mandar, tapi irigasi baru layani 46%, sisanya 54% non-irigasi, rentan musim kering. "Ini PR bersama, bangun jaringan irigasi untuk lonjakan produksi," katanya tegas.
Data produksi menggembirakan, luas panen 2024 sebanyak 63.181 hektare melonjak 17% jadi 74.131 hektare di 2025. Produksi beras 219.100 ton, surplus 69.780 ton dari kebutuhan 149.323 ton. "Patut bangga," kata Hamdani. Belum lagi program cetak sawah baru 300 hektare di Mamasa yang bergulir, janji perkuat benteng pangan daerah.
Swasembada nasional ala Prabowo kini tak lagi mimpi Sulbar, sebab kian jadi bukti hidup, meski irigasi tetap jadi sesuatu yang memprihatinkan. (*/Rigo Pramana)
