BREAKING NEWS

Bicara Tanggung Jawab Pemimpin, SDK Tekankan Kejujuran dan Pelayanan

 



Mamuju, TOKATA.id - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) berbicara tentang tanggung jawab seorang pemimpin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sapota, Rumah Jabatan Bupati Mamuju, Minggu, 13 September 2026.

Di hadapan sejumlah pejabat dan tamu undangan, SDK mengatakan seorang pemimpin memiliki peluang lebih besar untuk masuk surga. Sebab, setiap kebijakan dan keputusan yang diambil pemimpin dapat memberi dampak luas bagi kehidupan masyarakat.

"Pemimpin itu memiliki peluang lebih besar untuk masuk surga," kata Suhardi Duka.

Ia mencontohkan kebijakan Bupati Mamuju yang memberikan bantuan kepada rumah tahfidz. Menurut SDK, kebijakan yang berpihak pada kebaikan dan kemaslahatan masyarakat dapat menjadi jalan kebaikan bagi seorang pemimpin.

SDK juga mengingatkan tentang empat hal yang tidak boleh dilawan, yakni Tuhan, orang tua, guru, dan penguasa. Namun, khusus penguasa, ia memberikan catatan: pemimpin yang bijak.

Pesan itu kemudian ia kaitkan dengan makna peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut SDK, Maulid semestinya tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu akhlak yang ia tekankan adalah kejujuran.

"Satu saja yang kita teladani, jujur. Sudah selamat kita dunia akhirat itu. Dari banyak teladan-teladan yang dicontohkan Rasulullah, cukup satu saja, jujur," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Suhardi Duka juga menyampaikan sejumlah program pemerintah yang diarahkan untuk memperluas pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya di bidang kesehatan, dengan memastikan layanan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

"Kita komitmen bahwa layanan kesehatan harus menjangkau seluruh masyarakat tanpa terkecuali, mau desil satu sampai dengan desil 10 dilayani di Puskesmas, dilayani di rumah sakit dan ditanggung oleh pemerintah," ujarnya.

Di bidang pendidikan, pemerintah, kata SDK, terus melakukan pembenahan, mulai dari institusi, kualitas pendidikan hingga peningkatan kapasitas guru. Ia menegaskan, tidak boleh lagi ada pungutan di sekolah.

"Kita juga memastikan bahwa layanan pendidikan kita baik. Institusinya kita perbaiki, kualitasnya kita perbaiki, guru-gurunya juga kita perbaiki dan tidak ada lagi pungutan di sekolah," katanya.

Selain kesehatan dan pendidikan, Pemprov Sulbar juga tetap mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Khusus Kabupaten Mamuju, anggaran infrastruktur tahun ini disebut mencapai lebih dari Rp40 miliar. Anggaran tersebut tetap dialokasikan di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

"Di tengah efisiensi ini, kalau tidak salah untuk tahun ini kurang lebih Rp40 miliar lebih untuk infrastruktur Kabupaten Mamuju," kata Suhardi Duka.

Suhardi Duka mengatakan kebutuhan pembangunan di Sulawesi Barat masih cukup besar. Namun, anggaran yang tersedia harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di enam kabupaten.

(* /Rigo Pramana)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar