Anjungan Sulbar di TMII jadi Laboratorium Budaya Mahasiswi UNESA
Mamuju, TOKATA.id — Rombongan mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang menyebut diri “Arek Suroboyo” mengunjungi Anjungan Provinsi Sulawesi Barat di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026. Kunjungan itu bagian dari penyusunan laporan mata kuliah Program Studi Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik UNESA.
Perjalanan darat panjang dari Surabaya ke Jakarta menjadi bukti semangat mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung. Di anjungan, mereka melakukan observasi lapangan: prosesi adat pernikahan, ragam pakaian pengantin, dan pakem tata rias khas Sulawesi Barat. Metode pembelajaran seperti ini dinilai efektif karena memungkinkan pengamatan langsung terhadap objek studi.
Selama kegiatan, mahasiswi kooperatif menjalani prosedur standar kunjungan. Anjungan Sulawesi Barat menegaskan prinsip layanan publik yang egaliter: semua pengunjung mendapat perlakuan profesional, inklusif, dan berkualitas tanpa membedakan asal atau status.
“Saya terkesan. Display di Anjungan sangat rapi dan tertata; informasi tentang ritual adat, busana pernikahan, dan pakem tata rias lengkap untuk melengkapi laporan tugas kuliah kami,” kata Melza, salah satu mahasiswi UNESA.
Kepala Badan Penghubung Provinsi Sulawesi Barat, Gemilang Sukma, mengatakan Anjungan terus mengembangkan konsep edukasi budaya yang lebih modern, interaktif, dan terintegrasi teknologi. Digitalisasi informasi budaya diharapkan memperkaya pengalaman belajar, mendukung kurikulum pendidikan nasional, serta memperkuat promosi dan pelestarian seni budaya Sulawesi Barat secara berkelanjutan.
Langkah tersebut, menurut Gemilang, sejalan dengan Program Pancadaya Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang menitikberatkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan dasar berkualitas. (*/Rigo Pramana)
