Rp19 Miliar untuk RS Regional Sulbar, Sinergi DPRD-Bapperida Kawal Layanan Sehat 2027
Mamuju, TOKATA.id – Seperti nadi yang memompa kehidupan bagi ribuan warga, Rumah Sakit Regional Provinsi Sulawesi Barat kini menjadi sorotan utama dalam upaya sinkronisasi anggaran 2027. Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Sulbar terus mengawal proses ini, khususnya sektor kesehatan, seperti ditegaskan dalam rapat koordinasi dengan Komisi IV DPRD Sulbar, Selasa (14/4/2026).
Di ruang rapat Komisi IV, forum dipimpin ketuanya dan dihadiri anggota legislatif, Direktur RS Regional beserta jajarannya, Kepala Bidang Anggaran BPKAD, serta tim Bapperida yang diwakili Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Elmarhamah, bersama Perencana Ahli Muda Muh. Faried Fadal.
Komisi IV menekankan urgensi peningkatan layanan kesehatan di daerah terpencil. Mereka merekomendasikan anggaran operasional dan pengembangan RS Regional sebagai prioritas utama tahun depan, dengan usulan Rp19 miliar. Dana itu difokuskan untuk pemeliharaan sarana-prasarana, pengadaan fasilitas pendukung mendesak, serta peningkatan kualitas layanan yang berujung pada penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Elmarhamah merespons tegas. “Tahapan penyusunan Renja Perangkat Daerah dan RKPD 2027 masih berlangsung. Kami harap prioritas RS Regional segera dituangkan agar terakomodasi optimal,” ujarnya.
Langkah ini selaras dengan misi Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam program prioritas “Sulbar Sehat” Gubernur Suhardi Duka, yang menjadikan pelayanan dasar sebagai pondasi kesejahteraan.
Sementara itu, Kepala Bapperida Sulbar, Amujib, mendesak RSUD mengoptimalkan pendapatan internal pasca-status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). “Kita ingin RSUD lebih berdaya. Optimalisasi pendapatan krusial agar pemenuhan fasilitas berjalan cepat dan berkelanjutan,” tegasnya, menolak ketergantungan penuh pada APBD.
Sinergi DPRD, Bapperida, BPKAD, dan manajemen rumah sakit ini diharapkan melahirkan RS Regional yang modern, lengkap, dan responsif—denyut harapan baru bagi masyarakat Sulbar. (*/Rigo Pramana)
