UPTD BBIP Poniang Jadi Program Prioritas 2027, DKP Sulbar Bentuk Tim Percepatan
Majene, TOKATA.id – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat, Safaruddin, S.DM, melakukan kunjungan kerja ke UPTD Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Poniang, Kabupaten Majene, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 13.12 WITA. Kunjungan itu dilakukan dalam perjalanan menuju Kabupaten Polewali Mandar untuk bergabung dengan rombongan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, pada rangkaian Safari Ramadhan sesi terakhir tahun 2026.
Kedatangan Kepala DKP Sulbar di UPTD BBIP Poniang disambut langsung Kepala UPTD yang baru dilantik, Zaehu M, bersama jajaran staf balai. Momen ini dimanfaatkan Safaruddin untuk melihat langsung potensi pengembangan balai, sekaligus memberikan arahan strategis guna meningkatkan kontribusi sektor perikanan bagi perekonomian daerah.
Dalam arahannya, Safaruddin menegaskan UPTD BBIP Poniang memegang peran penting dalam pengembangan sektor perikanan di Sulawesi Barat. Menurutnya, balai ini berpotensi menjadi role model sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi DKP Sulbar jika dikelola secara optimal, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pasar.
Ia menilai, keberadaan balai benih ikan dapat menjadi salah satu solusi alternatif pengendalian inflasi, terutama melalui peningkatan produksi benih dan penguatan subsektor budidaya perikanan yang berujung pada stabilitas harga komoditas ikan di tingkat masyarakat.
“UPTD BBIP Poniang harus mampu menjadi pusat pengembangan perikanan yang produktif, inovatif, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan potensi yang ada, balai ini bisa menjadi contoh pengelolaan yang mampu meningkatkan PAD sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan,” ujar Safaruddin.
Ia menambahkan, UPTD BBIP Poniang akan menjadi salah satu program prioritas DKP Sulbar pada tahun 2027. Untuk mendukung hal tersebut, pihaknya telah membentuk tim percepatan internal DKP Sulbar yang bertugas memaksimalkan proses pengajuan proposal ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sekaligus melakukan inventarisasi data potensi unggulan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Barat.
Selain itu, Safaruddin mendorong dilakukannya kajian komprehensif terhadap seluruh potensi pendapatan di sektor perikanan, agar dapat ditemukan sumber-sumber baru yang mampu meningkatkan pendapatan daerah secara berkelanjutan. Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan lahan kosong di kawasan balai untuk dikembangkan menjadi lahan produktif yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Lahan kosong di kawasan balai sebaiknya dimanfaatkan menjadi area budidaya yang produktif. Dengan begitu, selain mendukung produksi perikanan, keberadaannya juga dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar balai,” jelasnya.
Kepala DKP Sulbar juga mengajak seluruh staf UPTD BBIP Poniang memanfaatkan media sosial sebagai etalase digital untuk mempromosikan dan memasarkan benih ikan hasil produksi balai kepada masyarakat luas. Di sisi lain, DKP Sulbar merencanakan pembangunan beberapa unit kolam demplot pembesaran ikan di halaman belakang Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju, yang diharapkan menjadi sarana pembelajaran sekaligus contoh praktik budidaya perikanan yang efektif bagi masyarakat.
Kunjungan di Poniang itu juga dirangkaikan dengan pisah sambut antara Irwan Latif dan Zaehu M. Irwan Latif yang sebelumnya menjabat Kepala UPTD BBIP Poniang kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), sementara Zaehu M yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang PSDKP resmi memimpin UPTD BBIP Poniang.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala UPTD BBIP Poniang, Zaehu M, memaparkan sejumlah rencana pengembangan balai. Ia menyebut, pada Sabtu, 14 Maret 2026, pihaknya akan melaksanakan panen ikan nila di salah satu kolam budidaya berukuran 10 x 40 meter yang akan dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama masyarakat sekitar sebagai wujud rasa syukur dan upaya mempererat hubungan balai dengan warga.
Pihak balai juga berencana mengusulkan pengadaan perangkat listrik tenaga surya untuk menekan beban biaya listrik di kawasan UPTD BBIP Poniang. Zaehu menambahkan, pengembangan balai ke depan membutuhkan dukungan perluasan kawasan, peningkatan teknologi budidaya, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar balai dapat beroperasi lebih maksimal dan memberikan kontribusi nyata bagi sektor perikanan daerah.
Usai kunjungan dan diskusi di UPTD BBIP Poniang, rombongan DKP Sulbar melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Polewali Mandar untuk bergabung dengan rombongan Safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Rombongan kemudian tiba di kediaman almarhum Wakil Gubernur Sulbar, Mayjen TNI (Purn) Salim S. Mengga, yang dikenal sebagai “Rumah Jonga” di Kelurahan Takatidung, Polewali Mandar.
Dalam kegiatan buka puasa dan silaturahmi tersebut, keluarga besar almarhum menyampaikan sambutan yang diwakili oleh Fatmawati Salim. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendoakan almarhum, khususnya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan Gubernur Suhardi Duka yang dinilai terus memberikan perhatian kepada keluarga.
Sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih, pihak keluarga menyerahkan cenderamata berupa sebilah keris kepada Gubernur Sulbar, Suhardi Duka. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan, Safari Ramadhan bukan sekadar ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga momentum memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat pembangunan daerah.
Ia menekankan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat berkomitmen mendorong pembangunan di berbagai sektor, termasuk sektor kelautan dan perikanan yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya, serta menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Melalui Safari Ramadhan ini, kita tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama untuk membangun Sulawesi Barat yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujar Suhardi Duka.
Kegiatan Safari Ramadhan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Momen ini sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, serta para pemangku kepentingan dalam membangun Sulawesi Barat ke arah yang lebih baik, yang salah satu pilar penguatnya adalah sektor kelautan dan perikanan. (*/Rigo Pramana)
